Home / NEWS / Seleksi Bacaleg PSI Sumut Libatkan Tim Independen

Seleksi Bacaleg PSI Sumut Libatkan Tim Independen


TIMSEL. Tim Seleksi Independen Bakal Calon Legisltatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara foto bersama Ketua DPW PSI Sumut Fuad Perdana Ginting, usai menggelar konferensi pers di Medan, Selasa (20/2/2018). [edisimedan.com/medan]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Utara membentuk Tim Seleksi (Timsel) Independen untuk penjaringan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Sumut 2019 mendatang.

Timsel tersebut berisi dari kalangan profesional, akademisi, aktivis hingga jurnalis dilibatkan dalam tim yang beranggotakan lima orang.

Nantinya tim akan bekerja menyeleksi Bacaleg baik dari kader partai ataupun masyarakat yang ingin mendaftarkan diri. Proses seleksi juga akan dilaksanakan secara terbuka dan selalu dibagikan ke media sosial yang dimiliki PSI.

“Semua proses terbuka, agar masyarakat bisa tahu calon legislatif yang akan dipilih. Tidak ada kongkalikong didalamnya. Jadi nanti tidak seperti membeli kucing dalam karung,” ungkap Ketua DPW PSI Sumut Fuad Perdana Ginting, Senin (20/2/2018).

Adapun lima Timsel yang baru saja dibentuk antara lain Prof DR Badaruddin (akademisi), Faisal Andri Mahrawa (akademisi), Nelly Armayanti (aktivis perempuan), Rurita Ningrum (Direktur FITRA Sumut) dan Dedy Ardiansyah (Jurnalis).

Baca Juga:  Bertemu Sihar Sitorus, PSI Segera Tentukan Sikap di Pilgub Sumut

Fuad berharap hasil seleksi dari tim bisa menghasilkan caleg yang profesional dan punya rekam jejak yang baik.

Salah satu timsel dari kalangan akademisi Faisal Mahrawa mengatakan, mengapresiasi pelibatan dirinya dalam Timsel.

Menurut dia, langkah yang diambil PSI sangat cerdas. Apalagi saat ini masyarakat sudah jenuh dengan partai politik.

“Karena ketika PSI mencoba untuk masuk dalam spasialnya anak muda, ide kreatif dalam penjaringan Bacaleg ini sangat menarik,” kata Faisal Mahrawa yang juga Peneliti Departemen Ilmu Politik FISIP USU itu.

Selanjutnya, aktivis perempuan Nelly Armayanti mengkritisi soal keterlibatan perempuan dalam partai politik. Menurut dia, PSI sudah membangkitkan kembali semangat berpartai politik di Indonesia dengan pelibatan anak muda.

BERITA TERKAIT

“Keterlibatan perempuan seringkali asal comot saja. Tidak jelas visi misinya. Kita melihat aturan pelibatan perempuan sudah cukup tegas. Harapan kita ke depan bisa ada sanksi administrasi. Partai politik bisa tidak ikut kalau tidak ada keterwakilan perempuan,” ujar Nelly yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Medan.

Baca Juga:  Laksanakan Pengabdian Masyarakat, IMA FT-USU Melukis Mural di Medan Kota

Sementara Dedy Ardiansyah yang juga jurnalis media online Kota Medan, mengaku sempat kaget saat dirinya dilibatkan dalam tim penjaringan. Pun begitu, dia akan memaksimalkan kinerjanya sebagai Timsel.

“Karena kita tahu sendiri, jurnalis itu kan harus netral. Tapi dengan peluang ini, fungsi-fungsi itu bisa kita lakukan. Ada sedikit kegelisahan terkait intoleransi yang terjadi saat ini. Saya berharap calon legislatif dari PSI nanti bisa berperan sebagai penyemangat toleransi. Mereka juga harus dapat meredam isu-isu intoleran, bukan sebaliknya menjadi provokator,” tandasnya.

Dalam penjaringan Bacaleg, partai yang baru saja lolos verifikasi faktual dengan nomor urut 11 itu tidak membebanan biaya apapun kepada para bacaleg. Untuk selanjutnya, biaya kampanye dan sosialisasi akan dibebankan kepada calon yang lolos seleksi. [rez]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up