Home / MEDAN TODAY / Seminggu Dilantik, Eldin-Akhyar Gusur Pedagang Kaki Lima Penyebab Macet

Seminggu Dilantik, Eldin-Akhyar Gusur Pedagang Kaki Lima Penyebab Macet


Seorang ibu, pedagang kaki lima penjual es kelapa di Jalan Dokter Mansyur Medan meronta meminta gerobak dagangannya tidak disita petugas Satpol PP, Selasa (23/2/2016).

MEDAN, EDISIMEDAN.COM| Ratusan petugas Satpol PP Kota Medan disiagakan untuk melakukan penggusuran para pedagang kaki lima (K5) di sejumlah tempat yang menimbulkan kemacetan. Salah satu kawasan K5 yang ditertibkan adalah Jalan Dokter Mansyur dan Jalan Diponegoro Medan, Selasa (23/2/2016).

Acara penggusuran tersebut dilakukan seminggu pascapelantikan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan, 17 Februari lalu.

“Kehadiran para pedagang kaki lima ini, selain menyebabkan terjadinya kemacetan,  juga membuat masyarakat tidak dapat menggunakan fasiltas umum seperti trotoar. Padahal keberadaan trotoar ini merupakan hak masyarakat sebagai pejalan kaki,” ucap Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan.

Bersama sekitar 250 petugas Satpol PP, mereka menertibkan pedagang kaki lima, termasuk penjual pulsa dengan menggunakan mobil di sepanjang Jalan Dr Mansyur Medan, persis depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Baca Juga:  Wali Kota Ajak Seluruh Warga Gunakan Hak Pilih

Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas Satpol PP pun tiba di lokasi. Para pedagang kaki lima yang nekat tadi sontak kelabakan dan berusaha kabur dengan mendorong gerobaknya masing-masing. Namun upaya mereka gagal, sebab petugas satpol PP lebih cepat. Peralatan jualan seperti kursi dan meja pun langsung diangkut.

Tindakan petugas Satpol PP ini mendapat perlawanan dari beberapa pedagang, terutama yang pria. Mereka berusaha mempertahankan kursi dan meja yang mau diangkut, sehingga terjadi aksi tarik menarik. Kericuhan pun tak terelakkan, sebab seorang pedagang berusaha melawan petugas Satpol PP. Aksinya membuat petugas marah, termasuk Kasatpol PP.

Di sini Satpol PP menyita gerobak, meja dan kursi yang dipakai pedagang untuk berjualan. Tak sampai di situ, petugas juga menyeser satu ruas jalan yang digunakan para pedagang untuk menyembunyikan gerobaknya. Upaya ini berhasil, peralatan jualan para pedagang berhasil disita.

Baca Juga:  Masjid Agung Medan Akan Miliki Menara Tertinggi di Asia dan Nomor 2 di Dunia

“Kami akan terus pantau kawasan ini (Jalan Dr Mansyur). Jika kembali berjualan, kami akan datang untuk melakukan penertiban. Agar bapak-bapak dan ibu-ibu tidak rugi akibat penertiban yang dilakukan, sekali lagi saya ingatkan untuk tidak berjualan lagi!” tegasnya.

Usai menertibakan pedagang kaki lima di Jalan Dr Mansyur,  petugas satpol PP melanjutkan penertiban pedagang kaki lima di Jalan Diponegoro, persisnya depan RSU Malahayati yang juga menjadi pemicu kemacetan.

Di tempat itu, petugas mengangkut  satu gerobak milik pedagang buah/rujak dan membawanya ke Markas Besar Satpol PP di Jalan Adinegoro Medan.

Usai penertiban, Sofyan mengatakan penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti kerasahan warga. Sebab, kehadiran para pedagang kaki lima di Jalan Dr Mansyur dan Jalan Diponegoro ini menyebabkan terjadinya kemacetan.

“Jadi penertiban ini kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang agar mereka tidak berjualan kembali di tempat tersebut,” jelas Sofyan.

Baca Juga:  Horeee...Kata Eldin, Tak Akan Ada Mutasi di Pemko Medan

Di samping kedua lokasi tersebut, Sofyan menegaskan pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima lainnya yang menyebabkan terjadinya kemacetan. [fad]

Terkait


Berita Terbaru