Home / NEWS / Sempat ‘Lolos’, Kamaluddin Harahap Kembali Diperiksa KPK

Sempat ‘Lolos’, Kamaluddin Harahap Kembali Diperiksa KPK


JAKARTA, EDISIMEDAN| Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014, Kamaludin Harahap sempat ‘lolos’ dari penahanan 10 November lalu, karena mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu,  4 rekannya diperiksa lalu ditahan.

Nah, hari ini, Senin (23/11/2015), KPK kembali memanggil Politisi Partai Amanat Nasional itu untuk diperiksa sebagai tersangka.

Kamaluddin tiba di gedung KPK pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Mengenakan kemeja putih, Kamaludin menolak memberi komentar dan langsung masuk ke lobi KPK.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, Kamaludin akan diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka,”  ujar Yuyuk.

KPK menjerat Kamaludin dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan pembatalan hak interpelasi.

Baca Juga:  Jaksa Agung Merasa Disudutkan dalam Pusaran Korupsi Sumut

“Dia dipanggil karena keterangannya dibutuhkan,” kata Yuyuk.

Diketahui, 10 November lalu, KPK telah menahan 4 dari 5 tersangka mantan dan anggota DPRD Sumut yang diduga menerima uang suap dari Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.

Mereka adalah Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, serta Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Chaidir Ritonga dan Sigit Pramono Asri.

Keempatnya ditahan di beberapa Rumah Tahanan (Rutan) berbeda. Saleh ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Ajib ditahan di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, Chaidir ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, dan Sigit ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat‎.

Saat itu, Kamaluddin Harahap tidak hadir tanpa konfirmasi kepada KPK. Belakangan KPK mengetahui absennya Kamaludin karena sakit. [ded]

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Baca Juga:  Sebelum Dibawa ke Rutan, Kamaluddin Harahap Salat Isya di KPK

Gatot diduga menyuap anggota DPRD Sumut dalam persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumatera Utara 2012-2014, dalam persetujuan perubahan APBD Sumut 2013 dan 2014, dalam pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015, serta terkait penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015. [ded]

Terkait


Berita Terbaru