Home / NEWS / September Rasa KPK, 4 Kepala Daerah dan Ketua DPRD Terjaring OTT

September Rasa KPK, 4 Kepala Daerah dan Ketua DPRD Terjaring OTT


Inilah kepala daerah yang ditangkap dalam OTT KPK dalam pelbagai kasus suap untuk memuluskan berbagai proyek. [Ki-ka] Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Walikota Batu Eddy Rumpoko, Walikota Tegal Siti Mashita Soeparno dan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali.

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Di tengah gelombang kritik atas aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukannya melemah. Lembaga anti rasuah itu justru gencar menangkapi kepala daerah.

Di bulan September ini saja, pemberitaan baik cetak, online maupun televisi seperti rasa KPK. Pasalnya, dalam operasi tangkap tangan tersebut KPK menangkap empat kepala daerah mulai dari Kota Batu, Banjarmasin, Batubara, dan Cilegon kurang satu bulan terakhir.

Para kepala daerah tersebut ditangkap Satuan Tugas (Satgas) KPK dalam pelbagai kasus suap untuk memuluskan berbagai proyek.

Terkini, KPK menangkap Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. OTT KPK yang dilakukan pada Jumat, (22/9/2017) malam itu, diduga terkait proses perizinan kawasan industri di wilayah tersebut.

Dalam kasus ini ada 10 orang yang telah diboyong ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga:  Bebas dari Penjara, Istri Muda Gatot Pujonugroho Datangi KPK

Sebelumnya, pada Rabu 13 September 2017, KPK menangkap tangan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Dalam OTT itu, tim KPK menyita Rp346 juta yang disinyalir sebagai bagian dari uang suap.

Dari Batubara, KPK mengamankan tujuh orang, dengan lima di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

BERITA TERKAIT
Bupati Batubara Dijanjikan Terima Fee Rp 4,4 M

Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen

Lalu, sehari kemudian, Kamis 14 September malam, Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali tertangkap tangan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi. KPK juga mengamankan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih; Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Andi Effendi; dan Manajer Keuangan PDAM, Trensis.

Diduga, ada kesepakatan jahat antara pihak-pihak tersebut terkait pengurusan pembahasan Raperda Banjarmasin. Satgas pun telah mengamankan sejumlah uang yang diduga hasil kesepakatan jahat keempat orang tersebut.

Lalu, pada Sabtu (16/9/2017) sore, OTT menangkap tangan Walikota Batu Eddy Rumpoko dan dua pihak swasta. Eddy ditangkap di rumah dinasnya sekitar pukul 13.30 WIB. Total ada lima orang yang ditangkap KPK, termasuk seorang pengusaha.

Baca Juga:  Sosialita Medan Nova Zein Tersandung Skandal Mobil Rental

BACA JUGA
KPK: 80 Persen Korupsi Barang dan Jasa Terjadi dalam Lelang Sistem online

Tidak hanya di bulan september saja, sebelumnya KPK juga menangkap Walikota Tegal Siti Mashita Soeparno dalam sebuah operasi tangkap tangan terkait suap proyek infrastruktur dan perizinan di Pemerintahan Kota Tegal.

Bersama Siti, KPK mengamankan pengusaha bernama Amir Mirza Hutagalung, dan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriadi. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Siti dan Amir merupakan pihak penerima. Sedangkan Cahyo sebagai pihak pemberi.

Mundur dua bulan sebelumnya, tepatnya 20 Juni 2017, KPK menangkap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martianu Maddari. Bersama keduanya, KPK juga amankan beberapa kontraktor lokal. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up