Sesalkan Berita Hoaks, Djarot Laporkan Tuduhan Bagi-bagi Uang

18
Calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat didampingi calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjawab pertanyaan wartawan seusai debat publik pertama Pilgub Sumut di Medan, beberapa waktu lalu.

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menyayangkan beredarnya berita hoaks yang menyebutkan dirinya bagi-bagi uang di Asahan. Merasa dirugikan, Djarot pun melaporkan hal tersebut ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilu Sumatera Utara.

Djarot membantah berita yang menyebutkan dirinya tertangkap tangan bagi-bagi uang ke sejumlah kepala desa di Asahan. “Zaman sekarang kok ada ya, yang menyebarkan berita hoaks seperti itu. Tidak ada kerjaan ya mereka. Kalau ada yang percaya berita tak benar itu, perlu dipertanyakan orang itu,” tegas Djarot yang ditemui di sela-sela acara Dialog Publik dengan tema ‘Lebih Dekat Dengan Mas Djarot’ yang digelar Cendikia Kawan DJOSS di Hotel Candi Jalan Darusalam, Kamis (7/6/2018).

Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP bersama Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus itu menjelaskan kejadian sebenarnya. Saat itu, dirinya bersama rombongan tengah dalam perjalanan dari Tanjungbalai menuju Medan. Saat melintasi Kabupaten Asahan, salah seorang Kepala Desa Kabupaten Asahan yang tergabung dalam APDESI menghubungi tim yang meminta kehadiran Djarot.

Djarot pun menyanggupi permintaan tersebut dan datang ke Kantor APDESI yang berada di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Para kepala desa pun curhat kepada mantan Wali Kota Blitar itu dan harapkan solusi banyaknya persoalan yang dihadapi.

Curhatan para kepala desa itu pun diakuinya sebagai langkah kanan untuk perubahan dan kemajuan bagi Sumut ke depannya. “Banyak persoalan yang disampaikan para kepala desa itu kepada saya. Saya ceritakan pengalaman yang pernah saya alami, sewaktu saya menjadi Wali Kota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Itu yang saya bagi-bagi ke mereka, bukan uang,” tegas Paslon nomor urut dua itu.

Djarot menambahkan banyak pihak-pihak yang panik dan khawatir dengan situasi ini, dan akhirnya menyebarkan fitnah serta berita-berita hoaks. “Saya ragu kalau orang-orang ini panik mungkin yang mengetahui acara itu, sehingga disebarkan berita bohong. Tidak ada kampanye di situ,” tegas Djarot.

Djarot telah meminta tim hukumnya untuk mengadukan pihak-pihak yang menuduh dan yang menyebarkan berita hoaks tersebut ke Gakkumdu dan Bawaslu Sumut. “Biar ada pembelajaran saya sudah meminta tim hukum mengadukan ke Gakkumdu. Termasuk yang menyebarkan juga ikut diadukan,” pungkasnya. [rel]

Apa Tanggapan Anda?