Home / / Simalungun Pesta Kekayaan Budaya, Wisata dan Alam di PRSU 2017

Simalungun Pesta Kekayaan Budaya, Wisata dan Alam di PRSU 2017


PRSU. Bupati Simalungun JR Saragih hadir di malam pesona budaya Kabupaten Simalungun di Pekan Raya Sumatera Utara 2017 di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017)

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Kabupaten Simalungun menjadi bagian di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2017. Kabupaten Simalungun siap berpesta kekayaan budaya, pariwisata dan alam di Pekan Raya Sumatera Utara 2017.

Di malam pesta budaya Kabupaten Simalungun yang dilakukan di Pekan Raya Sumatera Utara 2017 ini dibuka Bupati Simalungun JR Saragih dan Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga.

Kemeriahan ini diwarnai dengan beberapa tarian diantaranya tarian tor-tor somba, tarian haroan bolon hingga para finalis puteri pariwisata Simalungun.

Tak ketinggalan Bupati Simalungun JR Saragih juga menyumbang satu lagu yang berjudul Elvi. Selain itu, Pahala Sinaga selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menuturkan, melalui Pekan Raya Sumatera Utara 2017 bisa memajukan pariwisata sebagai unggulan dan daya tarik untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak.

Baca Juga:  Pilkada Siantar dan Simalungun Ditunda, KPU Belum Bisa Pastikan Sampai Kapan

“Kita ingin terus mempromosikan media dan budaya dari seluruh etnis dan budaya di Simalungun, sebagai rekreasi masyarakat Simalungun dan Sumatera Utara. Kita juga mengajak investor untuk datang ke Simalungun,” ucapnya di Pekan Raya Sumatera Utara di Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017).

Tak ketinggalan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun Amran Sinaga menambahkan, berbagai kegiatan yang dilakukan di Pekan Raya Sumatera Utara 2017 ini dikemas melalui budaya Simalungun selain potensi daerah, yakni potensi pertanian hingga industri lainnya bisa ditunjukkan kepada khalayak Sumatera Utara.

“Inilah Simalungun dengan 31 kecamatan yang kaya beragam sektor mulai dari 70 persen diisi pertanian, belum lagi potensi lainnya. Kita ingin investor welcome untuk memberikan harapan dalam memajukan Simalungun khususnya di pariwisata,” lanjutnya.

Amran Sinaga mengutarakan, Simalungun juga menjadi tuan rumah di pra Musrenbang yang diadakan di Parapat. Dengan masuk di zona dataran tinggi maka diperlihatkan pula keindahan danau Toba melalui Parapat. Potensi ini terus dikembangkan melalui budaya daerah, di seluruh hotel di Parapat juga dipenuhi dengan pakaian adat sehingga nilai budaya sangat kental dan memiliki ciri khas.

Baca Juga:  Rombongan Bupati Bangli Kunjungi Danau Toba

“Marilah diikuti dengan seksama dan akan bisa menghibur masyarakat Simalungun dan provinsi Sumatera Utara,” tuturnya.

Tak ketinggalan, anggota DPRD Kabupaten Simalungun angkat bicara. Menurut Dadang Pramono Komisi IV DPRD Kabupaten Simalungun, melalui Pekan Raya Sumatera Utara 2017 ini bisa membuat masyarakat di seluruh Sumatera Utara semakin mencintai budaya Simalungun sehingga bisa memberikan energi positif sebagai pendukung pariwisata Danau Toba.

Melalui budaya akan bisa menunjukkan moral bangsa, karena budaya itu santun, bisa menggugah perasaan dan Simalungun terangkat dengan budaya. Apalagi, di seluruh hotel di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara khususnya di Parapat menggunakan atribut pakaian budaya Simalungun.

“Dengan adanya atribut Simalungun maka akan memudahkan mengenalkan kepada wisatawan bukan sebatas atribut tapi bisa menjelaskan arti pakaian adat yang dipakai,” tegasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Simalungun lainnya yakni John Damanik menambahkan melalui Pekan Raya Sumatera Utara 2017 menjadi modal utama untuk Simalungun sebagai tuan rumah guna mengembangkan budaya yang berkaitan dengan destinasi Badan Otorita Toba.

Baca Juga:  Empat Hal ini Jadi Perhatian JR Saragih di Simalungun

“Kita berharap Pekan Raya Sumatera Utara tidak hanya dilakukan di Kota Medan saja melainkan di tempat wisata khususnya Danau Toba, sehingga akan memancing wisatawan datang lebih besar lagi,” tutup politisi Gerindra tersebut. [ftr]

Terkait


Berita Terbaru