Siswa Di Medan Diberikan Edukasi Bencana Sejak Dini

18

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan Sumut sebagai daerah rawan bencana. Hingga 14 jenis bencana alam mengancam. Diantaranya banjir, longsor, kebakaran, tsunami dan gempa bumi.

Sementara Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) mencatat, anak-anak menjadi korban terbanyak dalam bencana. Disebabkan minimnya kemampuan menyelamatkan diri, dan rendahnya pemahaman terhadap bencana.

Oleh karenanya, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menggelar kegiatan Pertamina Energi Negeri (PEN) yang mengedukasi siswa sekolah akan bencana. Kegiatan dilaksanakan di SD 060949 Medaan dan SD Al Jamiyatul Wasliyah pada Kamis (14/02/2019).

General Manager Pertamina MOR I Agustinus Santanu Basuki, menjelaskan tema dari PEN untuk tahun ini adalah Sekolah Aman (Safety School). Ini selaras dengan tema peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di bulan Februari. “Sebagai bagian dari peringatan Bulan K3, kami mengadakan PEN untuk mengedukasi siswa siswi akan bahaya bencana dan bagaimana cara menghadapinya,” ungkapnya.

Lebih dari 30 siswa -siswi dari 12 kelas, mendapatkan materi dan praktik mengenai antisipasi dan menghadapi bencana alam. Diantaranya banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Tak kurang dari 20 pekerja muda Pertamina MOR I meluangkan waktu untuk berbagi dengan siswa siswi.

“PEN 2019 adalah kegiatan tahunan yang memasuki kali ke tiga. Sebagai salah satu wujud keterlibatan pekerja dalam kegiatan sosial,” kata Santanu.

Region Manager HSSE MOR I, Harris Siantoro, menambahkan kegiatan PEN tahun ini juga memberikan bantuan CSR kepada SD 060949 Medan dan SD Al Jamiyatul Wasliyah sebanyak masing-masing Rp. 20 juta. “Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar,” tutur Harris.

PEN merupakan bagian dari program CSR Pertamina bidang pendidikan, yaitu Pertamina Cerdas. Tahun lalu, MOR I menyalurkan sebesar lebih dari 40,7 miliar rupiah untuk mendukung pendidikan putra putri daerah di Sumatera bagian utara. Baik dalam bentuk sarana dan fasilitas maupun peningkatan kapasitas pelajar.

Rosnidar, Kepala Sekolah SD 060949 Medan mengatakan kegiatan PEN positif untuk para siswa karena menambah pengetahuan mereka dalam antisipasi dan menghadapi bencana.

“Kegiatan PEN yang diadakan Pertamina ini positif karena diajarkan antisipasi dalam menghadapi bencana dengan cara menarik. Misalnya anak-anak diajarkan lagu untuk menghadapi gempa bumi, sehingga mereka mudah mengingatnya,” tutup Rosnidar.(Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?