Home / NEWS / Soal Full Day School, Sofyan Tan: Siapa yang Tanggung Makan Siang Anak?

Soal Full Day School, Sofyan Tan: Siapa yang Tanggung Makan Siang Anak?


Sofyan Tan mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab untuk memberi makan siang para siswa jika kebijakan Menteri Pendidikan soal Full Day School dilanjutkan. Jika dibebankan ke orangtua, maka akan banyak orangtua yang kesulitan karena menambah biaya.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhajir Effendy‎ untuk memikirkan kebijakan pemerataan pendidikan antar daerah dari pada mengeluarkan kebijakan sekolah negeri dan swasta memberlakukan sistem belajar Full Day School.

Menurut legislator Dapil Sumut itu, persoalan pendidikan terbesar saat ini adalah jauhnya kesenjangan pendidikan antara daerah di luar pulau Jawa dengan daerah di pulau Jawa. Baik dari sisi mutu pendidikan, mau pun dari sisi fasilitas pendidikan.

Selain itu bukan persoalan anak tidak bersama orangtua dari jam pulang sekolah yang berlaku saat ini hingga berakhirnya jam kantor. Karena tidak semua orangtua di Indonesia yang menghabiskan waktunya bekerja di kantoran.

“Persoalan pendidikan kita saat ini kan kesenjangan pendidikan antara daerah di pulau Jawa dengan daerah di luar pulau Jawa. Kesenjangan pendidikan ini dipastikan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan jika tetap dibiarkan, “ujar Sofyan Tan kepada wartawan, Selasa (9/8/2016).

Baca Juga:  BPBD Bantah Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan Meninggal

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyebutkan, melihat persoalan anak tidak bersama orangtua sejak jam pulang sekolah hingga berakhirnya jam kantor, merupakan persoalan di kota-kota besar seperti Jakarta. Itu bukan persoalan di daerah seperti Papua,Kalimantan mau pun Sumatera.

Karenanya, tidak sepantasnya menteri mengeluarkan kebijakan yang hanya menjadikan persoalan di satu kota besar sebagai dasar kebijakan.

“Indonesia kan bukan hanya Jakarta atau pun Surabaya, tetapi juga kota-kota di  Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara atau pun Sumatera. Karenanya jangan jadikan persoalan di Kota Jakarta menjadi dasar satu kebijakan yang akan berlaku secara nasional,” tegas Sofyan Tan.

Lebih lanjut, Sofyan Tan mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab untuk memberi makan siang para siswa jika kebijakan ini dilanjutkan. Jika dibebankan ke orangtua, maka akan banyak orangtua yang kesulitan karena menambah biaya.

Baca Juga:  Dampak Tabrakan Pesawat, Kualanamu Ditutup 20 Menit

Tetapi, jika dibebankan ke negara maka bisa dipastikan anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Termasuk menambah anggaran untuk guru karena tidak sedikit guru di negeri yang memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan.

“Kalau kebijakan ini dijalankan,siapa yang bertanggung jawab memenuhi makan siang siswa? Siapa yang bertanggung jawab menambah pendapatan guru?belum lagi sekolah akan kesulitan menyiapkan ruang kelas kalau jumlah kelas yang ada saat ini terbatas,” imbuh Sofyan Tan.

Pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menurut Sofyan Tan hendaknya juga memperhatikan kebutuhan anak didik.  Terutama kebutuhan bermain, membantu orang tua, bahkan juga kebutuhan menambah pengetahuan di luar bidang akademik, seperti les musik mau pun olahraga.

“Komisi X dipastikan akan memanggil Menteri Muhadjir Effendy untuk mempertanyakan dasar kebijakan ini,” pungkas Sofyan Tan yang merupakan mantan calon Walikota Medan periode 2010-2015 ini. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up