Soal Pasien Meninggal di Puskesmas, Kadis Kesehatan dan IDi Binjai Mangkir dari Panggilan DPRD

86
KOMISI B DPRD BINJAI TUNDA RDP DENGAN DINKES BINJAI. Tampak tiga anggota DPRD Binjai Jonita Agina Bangun, Njoreken Pelawi dan Atan Sitepu diabadikan di DPRD Binjai usai menunda RDP dengan pihak dinkes dan IDI kota Binjai.. Komisi B DPRD Binjai sangat kecewa denga kinerja kadis kesehatan Binjai meminta walikota Binjai untuk mencopot kadis kesehatan Binjai (op)

EDISIMEDAN.com,Binjai- Kadis Kesehatan kota Binjai dr Mahaniari Manalu mangkir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bertempat di ruang rapat komisi B DPRD Binjai, Kamis,(28/5) pagi. Seyognya, dia dipanggil untuk dicecar soal buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas AH Hasan Payaroba,Kecamatan Binjai Barat yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Mahaniari Manalu tidak bisa hadir pasalnya ia mengikuti sidang di Medan terkait kasus dugaan korupsi alkes kota Binjai. Pihak dinkes kota Binjai hanya mengirim satu orang kabid untuk menghadiri RDP tersebut. Ia hadir bersama kepala puskesmas AH Hasan Payaroba, kecamatan Binjai Barat.

Karena kadis dinkes Binjai dr Mahaniari Manalu tidak hadir maka pihak Komisi B DPRD Binjai terdiri dari Ketua ustad Suharjo, Jonita Agina Bangun, Njoreken Pelawi dan Atan Sitepu sepakat menunda RDP tersebut.

Terkait hal tersebut diatas anggota DPRD Binjai Jonita Agina Bangun didampingi Njoreken Pelawi dan Atan Sitepu kepada EDISIMEDAN.com mengatakan sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan yang terjadi di puskesmas AH Hasan Payaroba tersebut.

“Rencananya kami akan tanya kadis kesehatan Binjai selaku kordinator puskesmas di Binjai mengapa dokter tidak ada di tempat dan apakah surat rujukan itu boleh tanpa ada pemeriksaan dari dokter yang tidak ada di tempat .Rencananya DPRD Binjai akan kembali panggil kadis kesehatan dan IDI Binjai terkait masalah ini untuk RDP ,”kata Jonita Agina Bangun.

Sekedar mengingatkan kasus ini terjadi pada Jum’at,(8/6 ) lalu di Puskesmas rawat inap AH Hasan Payaroba Binjai Barat. Dimana seorang warga bernama Prigaten Bukit ,(56) warga Payaroba, kecamatan Binjai Barat meninggal dunia karena saat di bawa keluarganya ke puskesmas AH Hasan Payaroba , kecamatan Binjai Barat tidak ada dokter jaga stanby di puskesmas itu.

Ketika itu keluarga dari pasien Prigaten Bukit di beri surat rujukan ke RS kesrem Binjai oleh satu petugas di puskesmas itu. Namun saat di bawa ke RS Kesrem pasien Prigaten Bukit meninggal dunia di perjalanan menuju ke RS Kesrem Binjai.

Kemudian keluarga Prigaten Bukit menghubungi anggota DPRD Binjai Njoreken Pelawi bersama Jonita Agina Bangun dan Atan Sitepu yang langsung datang kepuskesmas tersebut dan mirisnya mereka tidak menemukan petugas di sana , tidak satu orangpun berada di puskesmas itu.

Pintu puskesmas terkunci dan saat itu tiga anggota DPRD Binjai yang membidangi masalah kesehatan itu mendapati satu pasien anak-anak terlantar menanti pelayanan kesehatan di puskesmas itu.

Terkait hal tersebut di atas elemen masyarakat Binjai meminta kepada walikota Binjai untuk segera mengevaluasi kinerja kadis kesehatan Binjai dr Mahaniari Manalu selaku kordinator puskesmas di Binjai. [op]

Apa Tanggapan Anda?