Home / / Sopir Rental Ini Diringkus Usai Bunuh Pacarnya Yang Berusia 67 Tahun

Sopir Rental Ini Diringkus Usai Bunuh Pacarnya Yang Berusia 67 Tahun


PEMBUNUHAN.Saat ditangkap, kata Nurafallahm, Nando sempat berbelit-belit memberikan keterangan dan melakukan perlawanan. Kaki kanannya ditembak petugas.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Kasus Pembunuhan Agustina Sitorus (67) warga Jalan Air Bersih, Medan yang mayatnya ditemukan dalam goni di jurang Sipitu-pitu, perbatasan Toba Samosir, Tapanuli Utara, Jumat (28/4/2017) siang terungkap. Janda itu ternyata dibunuh oleh kekasihnya sendiri bernama Perinando Simangunsong alias Nando (38).

Pengungkapan kasus ini hanya sekitar 11 jam dari peristiwa pembunuhan itu.

“Dari penyelidikan yang dilakukan, identitas korban ditemukan. Kemudian hari itu juga pelakunya atas nama Perinando Simangunsong kita tangkap,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah, Selasa (2/5/2017).

Saat ditangkap, kata Nurafallah, Nando sempat berbelit-belit memberikan keterangan dan melakukan perlawanan. Kaki kanannya ditembak petugas.

“Setelah tindakan tegas akhirnya dia mengakui melakukan pembunuhan,” jelas Nurfallah.

Nurfallah juga mmenjelaskan pria yang beralamat di Dusun VII Pintu Air Desa Sei Belutu, Sei Bamban, Serdang Bedagai itu kerap memacari janda tua, lalu meminjam uang. Alasannya untuk membayar utang.

Baca Juga:  Ini Penyebab Bocah Kinara Selamat dari Pembunuhan Sadis

Khusus untuk kasus pembunuhan Agustina, Nando memacari perempuan itu kurang lebih 3 bulan. Dia lalu mangajak wanita usianya lebih tua 29 tahun itu untuk kawin lari.

“Tersangka menjemput korban di Amplas, menggunakan mobil rental, tersangka menang sopir rental. Tersangka juga menyuruh korban membawa perhiasan dengan alasan mereka akan kawin lari,” jelas Nurfallah.

Setelah bertemu, Selasa (25/4/2017), Nando kemudian membawa Agustina keliling dari Deli Serdang ke Serdang Bedagai. Dia kemudian mencoba meminjam uang kepada perempuan itu, namun tidak diberi.

Selanjutnya, dia memaksa agar Agustina menyerahkan perhiasannya. Tapi permintaannya kembali ditolak.

Permintaannya tidak dituruti, Nando kemudian menjerat leher korban dengan safety belt. “Setelah pingsan, korban kemudian dijerat dengan kawat,” imbuh AKBP Faisal Napitupulu, Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.

Mayat korban kemudian dimasukkan Nando ke dalam goni plastik putih. Dia lalu membuangnya ke jurang di Sipitu-pitu, perbatasan Toba Samosir dengan Tapanuli Utara, Rabu (26/4) dinihari.

Baca Juga:  Gegara Mesin Judi Jackpot, Brigadir Abdul Kritis Dipukuli

Dua hari berselang, jasad korban ditemukan warga. Pembunuhan itu pun terungkap di hari yang sama.

“Dia disangka melakukan pembunuhan berencana karena sudah menyuruh korban membawa perhiasannya,” pungkas Nurfallah. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up