Home / SUMUT / Sosialisasikan Soal Kependudukan, Puluhan Adademisi dan Mitra  Diedukasi

Sosialisasikan Soal Kependudukan, Puluhan Adademisi dan Mitra  Diedukasi


EDISIMEDAN.COM, MEDAN-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (BKKBN Peewakilan Provsu) menggelar Sosialisasi Pedoman/Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur Formal, Non Formal dan Informasi Bagi Pengelola KKS tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Tahun 2020 di Hotel Emerald Garden sejak Selasa hingga Rabu (29/1/2020).

Sosialisasi yang  melibatkan puluhan akademisi dari tiap Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut) ini agar dapat melatih dan mengedukasi pelajar tentang kependudukan.

Widyaiswara BKKBN Perwakilan Sumut, Siti Kusyiah Ginting SSos, MSi menjelaskan, edukasi ini penting dilakukan agar anak-anak bisa mengetahui masalah kependudukan sejak dini.

“Sedini mungkin harus diketahui pengetahuan kependudukan ini. Dengan begitu, masalah kependudukan yang kini sedang dihadapi bisa diatasi,” ujarnya usai menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi itu.

Lanjutnya, harusnya sekolah – sekolah menerapkan pendidikan kependudukan diintegrasikan dengan mata pelajaran yang sudah ada. “Jadi pengetahuan ini dapat hadir di lembaga pendidikan, namun tidak menambah waktu belajar,” ungkapnya.

Dikatakanya, pengetahuan kependudukan ini, bisa diintegrasikan ke pelajaran Geografi, Agama, Matematika, juga biologi. Untuk pendidikan non formal, bisa dibuat materi pendidikan kependudukan. “Bisa juga masuk pada ekstrakurikuler seperti Pramuka,” paparnya.

Dijelaskan Siti, beberapa masalah kependudukan yang perlu disadari diantaranya dengan banyaknya anak, maka akan susah untuk menyekolahkan anak nantinya. Apalagi jika jumlah penduduk besar, lapangan pekerjaan akan semakin sulit didapat. “Seperti untuk membayar BPJS Kesehatan, tentu biaya akan lebih besar dikeluarkan jika banyak anak,” terangnya.

Dekan fakultas kesehatan masyarakat (fkm) UINSU, Ashari Akmal bersama dengan Kasubbid Kerjsama Pendidikan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut saat memberikan materi pada kegiatan sosialisasi Pedoman/petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Emerald Garden.

Dalam kesempatan ini, Narasumber lainnya, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UINSU, Ashari Akmal Tarigan menjelaskan pendidikan kependudukan bukan menjadi materi, tapi harus menjadi pengetahuan umum. Karena setiap warga harus benar-benar paham mengenai kependudukan.

Di fakultas yang dipimpinnya, Ashari mengaku mengajarkan materi kependudukan kepada mahasiswa dengan dua model. “Yaitu mata kuliah independen yang sudah tersusun rapi materinya, dan diinsersi dalam mata kuliah lain, untuk ini, kita punya keleluasaan mengembangkan isu kependudukan,” tuturnya.

Ashari menyebutkan,  pengetahuan kependudukan dari buku yang diterbitkan BKKBN, 90 persen sama dengan materi yang diajarkan di UINSU. “Tapi ada yang menarik dari buku yang dibuat di BKKBN, buku ini relatif lebih maju dalam materi ajar. Ada revolusi industri, generasi milenial dan masyarakat madani. Ada perluasan materi kependudukan,” urainya.

Sementara Kasubbid Kerjasama Pendidikan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Ramsiah SPdi menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan program pendidikan kependudukan dan meningkatkan pengetahuan pengelola tentang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Hal ini dilakukan supaya pendidik dan peserta didik bisa paham tentang 5 isu kependudukan. Yaitu jumlah dan pertumbuhan penduduk, penduduk usai remaja, penduduk usia produktif, penduduk lanjut usia dan organisasi. “Lima isu ini kita suaranya dan sosialisasikan melalui sekolah siaga kependudukan,” (Mahbubah Lubis)

 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up