Home / BINJAI / SUMUT / Strategi Pilkada Binjai Di Tengah Pandemi Wabah Corona, Medsos dan APD Termasuk Kampanye Efektif Beretika

Strategi Pilkada Binjai Di Tengah Pandemi Wabah Corona, Medsos dan APD Termasuk Kampanye Efektif Beretika


EDISIMEDAN.COM, BINJAI – Tidak ada istilah menyerah ataupun menunggu dalam menghadapi peperangan atau perebutan kekuasaan pada ‍Pilkada serentak yang rencananya digelar Desember 2020 mendatang.

Apa – apa saja yang bisa dilakukan oleh mereka para fakar politik kota Binjai dalam situasi imbauan pembatasan interaksi sosial atau social distancing upaya waspadai penularan virus corona (Covid-19)

Dari himbauan ini kita semua berharap jangan ada lagi gerakan yang memancing kerumunan orang banyak terutama bagi orang-orang yang baru kita kenal yang tidak tahu riwayat perjalanan hidupnya apalagi mengingat sejauh ini kita yang ada di Binjai masih tetap mendapat lindungan Allah SWT dari wabah Corana.

Untuk itu kita semua harus tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berbuat lebih bagi kepada orang lain dan diri sendiri.

Lalu bagaimana baiknya langkah-langkah yang harus dilakukan oleh mereka para Mesa, Kuda, Banteng dalam situasi sulit ini. Because ada istilah Time Is Money yang bisa di artikan waktu adalah kesempatan untuk meraih simpati masyarakat Binjai.

Sampai saat ini penulis masih memantau gerakan – gerakan dari mereka para Tim sukses masih berkutat dengan metode lama.

Seperti membagi-bagikan takjil dan teranyar membagikan masker kepada masyarakat. Dimana gerakan ini sah-sah saja karena bermamfaat bagi mereka yang mau berbuka puasa serta bermamfaat melindungi warga dari virus Corona.

Namun begitu rasanya akan lebih beretika  kalo bisa dilakukan dengan cara lain yang tidak memancing kerumunan masyarakat. Disini mungkin semua tim sukses akan sependanpat untuk mempercepat pemutusan rantai virus ditengah masyarakat Binjai.

Baca Juga:  Bobby Nasution Bertandang ke Clapham, Wadah Pegiat Start Up di Medan

Berdasarkan prsoses dari penjaringan bacalon walikota yang dilakukan oleh partai politik tercatat ada dua pasangan yang telah mendapatkan rekomendasi masing-masing adalah padangan Lisa Andriani Lubis dengan Sapta Bangun dan pasangan Juliadi dengan Amir Hamzah.

Julaidi dengan Amir Hamzah mendapatkan rekomendasi sementara dari Golkar dan PPP.  Sedangkan Lisa Andriani Lubis dan Sapta Bangun mendapat SK dari PAN dan disebut-sebut kuat dalam waktu dekat akan menerima juga rekomendasi dari PDI-P dan partai lain.

Nah..setelah mendapat sampan pasangan ini tidak bisa berbuat lebih terbuka lagi mengingat adanya himbauan dari pemerintah untuk tidak berkumpul dalam jumlah yang besar.

Sementara itu pelaksanaan pilkada juga belum tentu dapat dan pasti dilaksanakan pada Deseber 2020 nanti mengingat wabah masih berjalan di negeri ini.  Buktinya pihak KPU Binjai terpaksa menonaktifkan PPK kecamatannya gara-gara corona.

Tekait masalah tersebut diatas penulis mencoba memberi masukan dan saran sehingga mereka para fakar politik bisa melakukan upaya-upaya yang tidak bertentangan dengan himbauan pemerintah.

Mengutip dari Bisnis.com Jakarta, Pakar Komunikasi Digital Anthony Leong mengatakan momentum penyebaran Covid-19 dekat dengan persiapan Pilkada 2020.

Oleh sebab itu menanggapi fenomena tersebut, Anthony mengimbau para calon untuk melakukan kampanye politik dengan memanfaatkan platform digital.

CEO Menara Digital ini menilai pada era sekarang ini sudah mulai bergeser ke arah yang serba digital bahkan hampir di semua sektor kehidupan. Saat ini semua sudah serba digital termasuk dalam kehidupan sehari-hari, hampir seluruh kebutuhan dapat terpenuhi hanya dengan menggunakan gadget.

Baca Juga:  Road Race KBPP Polri Gerhana Ambarwulan Binjai Minggu Bakal Seru

“Dengan imbauan untuk melakukan social distancing imbas wabah corona, ada baiknya kampanye Pilkada serentak ini dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi, platform online,” ujar Anthony Leong

Dia menambahkan bahwa untuk kampanye dalam tahun-tahun berikutnya, akan jauh lebih maksimal jika sudah mulai beralih menggunakan platform digital sebagai salah satu sarana utama dalam penyampaian visi, misi, dan program kerja.

Anthony menyebut, platform digital, seperti media online dan media sosial memiliki pergerakan informasi yang sangat cepat. Dengan cara konvensional seperti tv atau koran, dalam 1 hari orang dapat meningkatkan keterkenalannya.

Tapi lewat media sosial, dalam 1 jam orang sudah bisa viral dengan jangkauan publik yang luas jika ada pesan komunikasinya.

“Jadi tinggal kita kemas messages yang baik janji kampanye, program kerja mudah-mudahan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.

Pengusaha muda yang menjabat sebagai Ketua Kompartemen Hubungan Media Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menjelaskan bahwa menurut riset 90 persen informasi yang disampaikan ke otak adalah visual, dan 40 persen orang akan merespon informasi visual dengan lebih mudah.

Dia menjelaskan, ada sebuah riset yang mengatakan bahwa data dalam bentuk grafik visual yang baik dapat menyokong penyebaran informasi via media sosial. Apalagi otak akan memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat dari informasi berupa teks.

“Oleh karena itu penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye merupakan hal yang efektif,” tutupnya.

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan Pasukan, Polda Sumut Gelar Simulasi Pilkada Ricuh

Mengacu dari apa yang dikatakan Anthony Leong diatas , penulis merasa kampanye di medsos memang benar merupakan upaya efektif sejalan dengan himbauan pemerintah, namun apakah sudah mengena ke hati masyarakat luas ?

Seberapa besar pengaruh kampanye di medos dalam meraih simpati masyarakat belum ada yang bisa menjawab. Namun upaya ini termasuk beretika dalam situasi menghadapi Pilkada ditengah pandemi corona di negeri ini.

Masyarakat Binjai pasti akan lebih simpati dengan mereka-mereka yang melakukan kampanye lebih beretika daripada yang kejar target dan menabrak himbauan pemerintah social distancing.

Salah satu upaya tradisional pilkada yang harus dilakukan mereka para tim sukses adalah dengan mendatangi masyarakat kediamannya masing-masing. Hal ini tentu sangat melelahkan dan membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Lalu bagaimana agar upaya dan strategi ini bisa dilakukan oleh mereka para tim sukses. Ya..mau tidak mau mereka juga harus mengikuti protap corona dengan memakai alat pelindung diri (APD). Meski sedikit ekstrim dan menakutkan namun penulis merasa hal ini adalah yang terbaik yang bisa dilakukan.

Pasalnya dengan memakai APD yang standart mereka para tim sukses akan bisa mendatangi mereka masyarakat dengan harapan akan timbul simpati. Karena akan ada komunikasi antara tim sukses dengan masyarakat.

Oke semoga saja tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi tim sukses dan calon walikota Binjai agar tidak berpangku tangan dengan banyak mengulur waktu.

Selamat berjuang sahabatku semoga sukses sesuai dengan harapan masyarakat Binjai. [Ozie Pardede]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up