Stroke Suatu Tanda Klinis Berkembang Cepat

44

 

Para peserta tampak mengikuti kegiatan dalam menyambut “Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) di lapangan Biro Rektor USU Medan, Minggu (28/10)

EDISIMEDAN.COM,MEDAN – Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan peredaran darah otak dengan gejala berlangsung selama 24 jam atau lebih dan  menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain selain gangguan di pembuluh darah otak.

Ada dua jenis stroke, pertama stroke iskemik (penyumbatan). Jenis stroke ini paling sering atau 80 % dari kasus stroke. Terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami sumbatan oleh bekuan darah atau partikel lain seperti lemak.

“Kedua, stroke hemoragik (perdarahan) di otak akibat pecahnya pembuluh darah otak,” jelas dr. M. Ibnu Sina,PPDS Neurologi Fakultas Univesitas Sumatera Utara (USU)  pada penyuluhan stroke  di Lapangan Biro Rektor USU, Minggu (28/10).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu digelar oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Cabang Medan, bekerjasama dengan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran USU dalam rangka menyambut Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day).

Acara ini diawali dengan pembagian kupon undian door prize dan baju world stroke day kepada peserta yang hadir, selanjutnya senam pagi bersama. Setelah selesai, peserta dapat beristirahat sambil menikmati minuman dan makanan yang  disediakan panitia.  Selain itu juga digelar donor darah atas kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bagi peserta yang berminat menyumbangkan darahnya.

Selanjutnya  pemeriksaan kesehatan, meliputi faktor risiko stroke seperti tekanan darah, berat/ tinggi badan, gula darah dan kolesterol. Turut hadir Ketua PERDOSSI Cabang Medan dr Iskandar Nasution, Sp.S, FINS, Ketua Panitia dr Chairil Amin Batubara, M.Ked(Neu), Sp.S dan Wakil dr. Hasanul Arifin.

Ibnu menyebutkan ada beberapa kondisi yang merupakan faktor risiko dari stroke yakni tekanan darah tinggi, merokok, sakit gula (diabetes mellitus), penyakit jantung dan kolesterol tinggi.

Lantas apa saja gejala serangan stroke?. Gejala ini dikenal dengan SEGERA yaitu SE = senyum mulut menjadi mencong, GE = gerakan tangan menjadi lemah, RA = bicara menjadi pelo/ celat, dan SEGERA = segera ke rumah sakit secepatnya dalam waktu 4,5 jam. “Semua gejala terjadi tiba-tiba dan merupakan kondisi darurat yang harus cepat mendapat terapi yang akurat,” papar Ibnu sembari membagi-bagikan leaflet berisi pemberitahuan singkat dan jelas mengenai stroke kepada peserta.

Apa yang dilakukan untuk mencegah stroke?. Jaga pola makan sehat seperti hindari terlalu banyak garam, gula dan minyak. Olahraga yang cukup sekitar 30 menit sehari. Mempertahankan berat badan yang ideal, tidak merokok, mengobati penyakit darah tinggi, sakit gula, kolesterol dan sakit jantung yang diderita, jelasnya pada acara yang diselingi senam cuci tangan oleh dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Neurologi.

Ketua PERDOSSI Cabang Medan dr Iskandar Nasution, Sp.S, FINS mengatakan tujuan penyuluhan stroke selain memperingati hari stroke sedunia, juga memberi informasi kepada masyarakat mengenai stroke. Antara lain meliputi pencegahan stroke, deteksi dini dan terapi akurat stroke.

Sementara itu dr Chairil Amin Batubara, M.Ked (Neu), Sp.S menjelaskan, World Stroke Day digelar rutin setiap tahun serempak diperingati di seluruh Indonesia yang dihadiri oleh dokter-dokter spesialis saraf, residen Neurologi serta masyarakat umum.

“Kegiatan di lapangan Biro Rektor USU ini merupakan rangkaian  peringatan WSD, yang sebelumnya telah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat di RS USU Medan pada awal Oktober 2018 dan siaran di Radio Republik Indonesia (RRI) pada 22 Oktober 2018 dengan tema Stroke: Deteksi Cepat, Terapi Akurat,” katanya.(fur)

Apa Tanggapan Anda?