Home / NEWS / Sttt…. KPK Garap 7 Pejabat Sumut yang Diduga Koordinator Suap Gatot

Sttt…. KPK Garap 7 Pejabat Sumut yang Diduga Koordinator Suap Gatot


JAKARTA, EDISIMEDAN. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi atas kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

Dalam dua hari ini, penyidik KPK sudah memeriksa tujuh orang saksi yang merupakan para pejabat pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ditengarai, penyidik KPK mendalami keterangan mereka untuk memastikan sumber dana yang dipakai untuk menyuap anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Ketujuh saksi tersebut antara lain, Sekda Sumut, Hasban Ritonga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Baharuddin Siagian, Kepala Biro Keuangan Sumut, Ahmad Fuad, mantan Plh Sekda, Sabrina dan Bendahara Sekretariat DPRD Sumut, Muhammad Ali Nafiah. Kelimanya dijadwalkan untuk diperiksa hari ini, Rabu (25/11/2015).

Sementara mantan Sekretaris DPRD Sumut yang saat ini menduduki posisi Penjabat Walikota Medan Randiman Tarigan, serta mantan Sekda sekaligus anggota Dewan Pengawas PDAM Tritanadi Sumut, Nurdin Lubis, telah menjalani pemeriksaan kemarin, Selasa (24/11/2015)

Merujuk nama-nama pejabat yang diperiksa tersebut, penyidik sepertinya mencoba mendalami asal suap serta koordinator suap untuk anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.  Namun soal materi pemeriksaan, KPK enggan merincinya.

Baca Juga:  Empat Pelaku Perambah Hutan Mangrove di Langkat Diringkus

“Yang pasti mereka diperiksa atas kasus suap yang menjerat anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Kalau soal materi pemeriksaan, saya tidak bisa komentar,” ujar Kabiro Humas KPK, Yuyuk Adrianti.

BACA JUGA:
Lima Pimpinan DPRD Sumut Sudah Ditahan KPK. Siapa Menyusul?
Lengkapi Berkas Kasus Suap Gatot di DPRD, KPK Telah Periksa 100 Saksi
Orangtua Meninggal, Mantan Sekda Sumut Batal Diperiksa KPK

Terpantau wartawan hari ini, terlihat baru Hasban Ritonga yang datang untuk diperiksa oleh penyidik KPK. Dia tiba pukul 11:00 WIB di gedung anti rasuah tersebut.

Hanya mengulas senyum, pria yang mengenakan kemeja putih tersebut terlihat terburu-buru memasuki ruang steril KPK tanpa berkomentar apapun.

Kedatangan Hasban adalah kali pertama setelah sehari sebelumnya sempat mangkir di panggilan pertama KPK.

Keterangan Hasban Ritonga di KPK dinilai penting karena dia diduga terlibat sebagai koordinator suap antara Gatot dan puluhan anggota DPRD yang sengaja membatalkan Hak Interpelasi dan memuluskan pengesahan dan persetujuan APBD Sumut.

Baca Juga:  Serap Tenaga Kerja, Dunia Usaha Gandeng 700 SMK se-Sumut

Sementara dalam pemeriksaan kemarin, KPk juga mendalami peran Randiman dan  Nurdin Lubis dalam suap Gubernur nonatif Gatot Pujo Nugroho.

Keduanya diperiksa KPK hampir 10 jam yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Nurdin terlihat keluar pertama dari ruang pemeriksaan, sekitar pukul 21.03 WIB. Pria berkacamata ini mengelak menjawab saat ditanyai wartawan terkait materi apa saja yang ditanyakan penyidik kepadanya.

Termasuk apakah dirinya memperoleh tekanan dari Gatot, agar menggelontorkan sejumlah uang diduga untuk menyuap anggota DPRD Sumut periode 2009-2014.

“Kalau itu substansi ya, saya tidak mau menjawab hal-hal terkait substansi. Tapi intinya saya diperiksa sebagai saksi,”  ujarnya sembari melangkah keluar dari pekarangan Gedung KPK.

Meski demikian Nurdin mengakui ‎saat menjabat sebagai Sekda Sumut, dirinya banyak melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat lain. Termasuk ketika itu dengan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan maupun sejumlah anggota dewan.

Baca Juga:  Soal Temuan BPK Senilai Rp 104 Juta, Humas Pemko Serahkan ke Majelis TP-TGR

“Kalau itu iya, terkait tugas-tugas pemerintahan. Dengan Pak Ajib juga melakukan komunikasi,” ujarnya sembari terus melangkah.

Namun saat kembali ditanya apakah dalam kasus ini dirinya merasa terlibat, Nurdin kembali menolak mengomentari. “No comment ya,” ujarnya tegas.

Sementara Randiman keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 21.55 WIB. Namun dia enggan memberikan keterangan seputar penyidikan.

“Tanya penyidik saja, tanya penyidik saja, tanya penyidik saja ya,” katanya terus mengulang-ngulang jawaban menanggapi pertanyaan yang diajukan para awak media.

Saat kembali ditanya apakah dirinya membantah terlibat dalam kasus ini‎, jawaban yang sama kembali dikemukakan.  Bahkan saat diulang apakah dirinya tak membantah dugaan, Randiman menolak menanggapi.

Ia terus berlalu sembari menaiki mobil mini bus berplat merah BK 1958 yang telah menunggu di lobi depan. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up