Sumut Ajukan RAPBD 2018 Sebesar Rp 12,4 Triliun

1
14
NOTA RABBD - Gubsu tengku Erry Nuradi bersama Wakil Ketua DPRD Sumut, Ruben Tarigan didampingi Wakil Ketua lainnya, HT Milwan dan Aduhot Simamora saat menyerahkan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018 dalam rapat paripurna DPRD Sumut, Selasa (28/11/2017). [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara Tahun 2018 ditargetkan Rp12,6 triliun, meningkat 2,17 persen dari APBD tahun 2017 sebesar Rp12,4 triliun.

Target tersebut disampaikan Gubsu Tengku Erry Nuradi saat mengajukan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018
dalam rapat paripurna DPRD Sumut, Selasa (28/11/2017).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut, Ruben Tarigan didampingi Wakil Ketua lainnya, HT Milwan dan Aduhot Simamora.

Gubsu mengatakan, peningkatan 2,17 persen atau sebesar Rp269.156.308.840 pada APBD 2018 itu akan bersumber dari kelompok pendapatan asli daerah.

Sedangkan dari kelompok pendapatan dana perimbangan dan kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah, mengalami penurunan.

Hal ini dapat diuraikan kata Erry, dari kelompok pendapatan asli daerah pada perubahan APBD 2017 ditargetkan sebesar Rp5.060.796.805.526, dan direncanakan akan mengalami peningkatan sebesar Rp305.628.680.628 atau 6,04 persen, sehingga pada tahun anggaran 2018 ini ditargetkan sebesar Rp5.366.425.486.154.

Peningkatan tersebut diprediksi bersumber dari jenis pendapatan pajak daerah sebesar Rp297.369.135.257, jenis pendapatan retribusi daerah sebesar Rp3.548.730.500 dan jenis pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp22.078.787.056, sedangkan dari jenis pendapatan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah menurun sebesar Rp17.367.972.185.

Sedangkan kelompok pendapatan dana perimbangan pada perubahan APBD tahun anggaran 2017 yang lalu ditargetkan sebesar Rp7.333.523.215.008, diperkirakan mengalami penurunan sebesar Rp22.900.850.008 atau menurun 0,31 persen.

Sehingga pada tahun anggaran 2018 ini direncanakan sebesar Rp7.310.622.365.000 penurunan tersebut terdapat pada jenis pendapatan bagi hasil pajak/bukan pajak sebesar Rp28.577.391.008.

BERITA TERKIAT

RAPBD Sumut 2018 Defisit Rp785 Miliar

Sedangkan dari jenis pendapatan dana alokasi khusus (DAK) diprediksi mengalami peningkatan sebesar Rp5.676.541.000.

Adapun jenis pendapatan dana alokasi umum (DAU) tidak mengalami peningkatan maupun penurunan dengan kata lain sama dengan jumlah DAU pada perubahan APBD tahun anggaran 2017 yang lalu.

Sementara kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan pada tahun anggaran 2018 ini dianggarakan sebesar Rp9.533.902.500, sedangkan pada perubahan APBD tahun anggaran 2017 yang lalu dianggarkan sebesar Rp23.105.424.280, sehingga mengalami penurunan sebesar Rp13.571.521.780 atau menurun 58,74 persen.

“Penurunan tersebut bersumber dari bantuan keuangan untuk kebutuhan biaya guru honorer SMA/SMK dari Pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp15.935.224.280 yang mana pada tahun anggaran 2018 ini tidak dianggarkan lagi. Sedangkan pendapatan yang bersumber dari hibah direncanakan akan mengalami pertambahan sebesar Rp2.363.702.500,” ujar Erry.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Ruben Tarigan mengatakan setelah penyampaian nota keuangan RAPBD tahun 2018 oleh Gubsu, maka rapat paripurna diskor untuk agenda pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi terhadap ranperda APBD tahun 2018. [ded]

Apa Pendapat Anda?