Suplai Air PDAM ke Wilayah Johor dan Namorambe Tersendat

77

EDISIMEDAN.com, NAMORAMBE- Suplai Air PDAM Tirtanadi di beberapa wilayah di Kecamatan Medan Johor tersendat. Bahkan ratusan Kepala Keluarga (KK) di kawasan Desa Delitua Kecamatan Namorambe dan sekitarnya, tidak mendapatkan akses air bersih dengan sempurna.

Air tidak mengalir selama nyaris satu harian. Kalaupun mengalir hanya pada malam hari dengan volume kecil.

Ujungnya warga tidak bisa melaksanakan kehidupan rumah tangga dengan baik. Warga tidak bisa mandi, mencuci hingga memasak.

“Kita sudah mengadukan hal ini ke Tirtanadi Delitua. Namun tidak ada solusi,” kata Edi Harahap warga perumahan Cluster Rumah Pondok Namorambe yang merasakan langsung tersendatnya suplai air.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya di kawasan Medan Johor. Menurut salah seorang warga, aliran PDAM sama sekali mati total pada pagi hari dan sore hari sudah berlangsung sejak 2017 lalu hingga saat ini.

“Kalau sudah lewat dari jam 6 pagi, aliran air PAM sangat kecil. Dan sama sekali mati total sebelum jam 7 pagi. Padahal kebutuhan air pada pagi hari itu sangat tinggi,” ujar Dedy, warga komplek Griya Karya Jaya, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor.

Padahal, pipa besar Air PDAM Tirtanadi berada di daerah Medan Johor, bahkan tepatnya berada di depan komplek perumahan mereka.

” Tapi entah kenapa suplay air ke warga, khususnya komplek kami terhennti pagi dan sore hari. Ini kan aneh,” tambah Ardi, warga lainnya.

Kepala Cabang Tirtanadi Delitua Sofyan Hendri saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku debit air dari Brastagi menurun.

“Air di gunung menurun jadi suplai terganggu,” katanya saat dikonfirmasi Sabtu (18/7/2018) kemarin.

Jawaban Kacab agaknya tidak memuaskan dan tidak ada solusi. Yang jelas saat ini warga mengatakan bahwa di pegunungan sering turun hujan.

“Masak gunung kekeringan kok wilayah lain bisa teraliri air? Seharusnya kalau gunung kering semua wilayah tidak ada akses air lagi,” papar Suprianto warga Namorambe.

Saat dikonfirmasi Sofyan Hendri mengaku akan membantu suplai air dengan mendatangkan mobil tangki air. Namun sampai saat ini hal itu juga tidak terealisasi.

Atas kejadian ini, warga Namorambe berencana unjuk rasa di kantor Tirtanadi Delitua.

“Tirtanadi Delitua harus bertanggung jawab jangan semena-mena kepada pelanggan,” kata Edi.

Permasalah ini juga sudah disampaikan kepada Tirtanadi Pusat. Namun jawaban sama, masalah debit air di gunung. Namun tidak ada solusi agar warga pelanggan Tirtanadi mendapatkan akses air bersih.

Sementara anggota DPRD Deliserdang, Kuzu Serasi Tarigan yang dikonfirmasi mengaku kecewa dengan pelayanan Tirtanadi Delitua. Beliau mengaku sering mendapatkan keluhan dari warga terkait tersendatnya aliran air dari PDAM Tirtanadi Cabang Delitua.

“Bupati harus evaluasi kinerja kacab Tirtanadi Delitua. Bila perlu segera copot karena sudah sangat meresahkan masyarakat,” kata Kuzu Minggu (19/8/2018).

Kuzu kader dari partai Nasdem tersebut menerangkan bahwa Tirtanadi sudah melanggar undang-undang tentang hak konsumen sehingga harus mendapat evaluasi secepatnya. [rez]

Apa Tanggapan Anda?