Home / NEWS / Suwarno : Milenial Jangan Gengsi Belanja ke Pasar Tradisional, Mari Pemangku Kepentingan Bantu Pedagang

Suwarno : Milenial Jangan Gengsi Belanja ke Pasar Tradisional, Mari Pemangku Kepentingan Bantu Pedagang


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Kaum milenial jangan gengsi untuk berbelanja ke pasar tradisional. Sebab kualitas barang di pasar tradisional tak jauh beda dengan barang yang dijual di mall. 


Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum  Relawan Bobby Nasution (Re-Born) Suwarno saat menggelar dialog yang disiarkan streaming di Studio #KolaborasiMedanBerkah di Jalan Cik Ditiro, Selasa (22/6) sore.


Dikesempatan tersebut, Suwarno mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan merosotnya pendapatan para pedagang di pasar tradisional. 

“Dari hasil pendataan yang telah kami lakukan di Pasar Petisah, ada pedagang yang sampai 90 persen tingkat pendapatannya menurun lantaran terkena imbas Covid-19 ini,” ungkap Suwarno yang didampingi Sekretaris Umum Re-Born Rahmad Syah Ramadhan Harahap. 
Oleh sebab itulah, Suwarno mengharapkan agar pemerintah bisa membuat kebijakan yang membantu pedagang tradisional dalam menghadapi kesulitan akibat Covid-19.

Baca Juga:  Wow, 133 Unit Sepeda Motor Curian Dijejer Dihalaman Polrestabes Medan


 “Aspirasi dari pedagang itu satu di antaranya membutuhkan pinjaman untuk kembali menjalankan usaha yang terpuruk karena covid-19. Bisa saja pemerintah atau pun pemangku  kepentingan dalam hal ini bank dapat meramu kebijakan untuk itu. Misalnya memberi pinjaman ringan agar pedagang bisa memulai lagi meneruskan berjualan dengan syarat tanpa jaminan ,” sebut Suwarno seraya mengatakan bahwa pihak siap melakukan kordinasi melalui wadah  Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B).


Dilanjutkan Suwarno yang juga Ketua Umum Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B), fasilitas protokol kesehatan pencegahan covid-19 di pasar tradisional juga belum maksimal.


 “Sejauh ini memang sudah ada tandon air untuk cuci tangan, tetapi belum ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung. Ini kan juga penting. Janganlah timbul kesan bahwa perhatian pemerintah ke pedagang di pasar tradisonal ini cuma setengah hati,” bebernya. 

Baca Juga:  Relawan Eramas yang Cabut Dukungan Ternyata Tak Terdaftar di KPU dan Tim Pemenangan


Selain itu, Suwarno mengajak para kaum milenial agar tak gengsi berbelanja ke pasar tradisional. Karena untuk kualitas, barang yang diperdagangkan di pasar tradisional tak jauh berbeda dengan yang ada di mall. Bila para kaum milenial berbelanja di pasar tradisional, tentunya itu bisa mengangkat daya beli. Dengan begitu, roda perekonomian mulau dari bawah berputar lagi. 


“Kaum milenial jangan gengsi ke pasar tradisional. Karena pekerjanya juga milenial juga. Untuk kualitas barang tak kalah dengan di mall. Di pasar, semua yang dicari pasti ada. Kita harus berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya. 


Terakhir, kata Suwarno, dari hasil jemput aspirasi pedagang di pasar tradisional, didapati fakta bahwa Medan memerlukan sosok pemimpin yang membawa perubahan. Harapan itu ada pada Bobby Nasution. 


“Seperti kita ketahui, Bang Bobby Nasution punya program untuk UMKM hingga mengembalikan Medan menjadi kota perdagangan.  Harapannya bila Bang Bobby nantinya mendapat amanah menjadi Walikota Medan bisa lebih memerhatikan pedagang di pasar tradisional,” harap Suwarno.

Baca Juga:  Lewati Kewenangan, Megawati: Saatnya KPK Dibubarkan


Sementara itu, Sekretaris Re-Born Rahmad Syah Ramadhan Harahap menyebut pentingnya kolaborasi sehingga kedepannya bisa membangun pemerintahan yang baik demi menuju Medan berkah. “Kami melihat itu ada pada sosok Bang Bobby Nasution yang visioner dan merakyat. Kami berharap beliau nantinya mampu merubah wajah Medan lebih baik lagi dan berwibawa dari sesi hukum,” pungkasnya. (Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up