Tahun 2017, Manulife Bayar Klaim Nasabah Sebesar Rp6,6 Triliun

51
Direktur and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun (kiri) dan Sales Director Manulife Divisi Medan Emma Gunawan saat memperkenalkan produk asuransi terbaru MiUltimate Critical Care. Produk asuransi ini dikhususkan untuk melindungi nasabah dari konsekuensi finansial yang terjadi akibat 50 penyakit kritis di Medan, Senin (14/8/2017)

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Presiden Direktur Manulife Indonesia, Jonathan Hekster mengatakan, kendati tahun 2017 Manulife Indonesia membukukan keuntungan Rp 2,6 Triliun, namun Manulife tetap memprioritaskan kepentingan nasabah.

Hal ini ditandai dengan komitmen Manulife dalam membayar membayarkan klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas dan manfaat lain kepada nasabah senilai total Rp6,6 triliun di sepanjang tahun 2017.

“Kami menyadari tanggungjawab kami sebagai penyedia asuransi terpercaya untuk membayarkan klaim kepada para nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itulah kami selalu berupaya berinovasi untuk menyederhanakan dan mempermudah pengalaman nasabah, serta membayar klaim secara cepat dan tepat,” ujar Jonathan.

Bahkan menurutnya, Manulife membuat kebijakan yang proaktif untuk menghubungi langsung nasabah, bukan sebatas menunggu saja.

“Kita menghubungi nasabah-nasabah yang mungkin tidak teringat akan polis mereka ataupun yang kontrak polisnya sudah habis (maturity) dan memastikan mereka mendapatkan manfaat-manfaat yang sudah menjadi hak mereka” tambah Jonathan.

Jika mau dibedah lagi, pembayaran klaim Manulife 2017 sebesar Rp 6,6 T per tahun/ Rp18 miliar per hari/ Rp753 juta per jam.

Dalam kesempatan itu, Jonathan kembali memperkenalkan salah satu produk asuransi Manulife yang diluncurkan pertengahan tahun 2017, MiUltimate Critical Care (MiUCC).

“MiUCC merupakan produk asuransi penyakit kritis murni pertama yang diluncurkan Manulife Indonesia, dengan manfaat proteksi terhadap 50 penyakit kritis, seperti stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya,” demikian Jonathan. [ded]

Apa Tanggapan Anda?