Tahun Depan Kecamatan Sibolangit Bebas BAB Sembarangan

23

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Puluhan Desa Sukamaju Kec. Sibolangit Kab. Deliserdang masih punya kebiasaan buang air besar (BAB) secara sembarangan yang kerap dilakukan di belakang rumah atau di pinggiran sungai.

Karena dampak dari kebiasaan warga desa yang tidak baik untuk kesehatan lingkungan khususnya air bersih, USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (Iuwash Plus) dengan Dinas PUPR Kab. Deliserdang dan PKK kabupaten yang sama menggagas untuk memberikan pelatihan dan pembangunan tangki kedap dengan material buis beton di desa tersebut.

Sosialisasi dan peletakan batu pertama pembangunan tangki septik kedap ini dilakukan oleh ketua Tim Penggerak PKK Deliserdang, Ny. Yuanita Ashari Tambunan. Kegiatan itu serangkaian dengan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Deliserdang 2019 dengan inovasi arisan jamban “Rasa Bangga” yang merupakan gerakan sadar bangun jamban keluarga.

Arisan jamban ini diikuti warga dusun sekira 13 kepala keluarga (KK) yang dipungut iuran arisan Rp.60 ribu per bulan.

Ny. Yuanita mengatakan sangat mengapresiasi keterbukaan warga desa yang bisa menerima saran maupun masukan dari luar demi terwujudnya modernisasi desa dalam hal kesehatan lingkungan dan tata kelola air bersih.

“Saya bangga anak-anak sekolah yang hadir hari ini beserta guru dan para warga desa. Betapa pentingnya anak-anak sejak dini dikenalkan dengan manfaat air bersih, dan guru hendaknya banyak mengajarkan tentang manfaat air bersih. Jadi kita harapkan kebiasaan yang selama ini sering dilakukan warga desa BAB sembarangan dapat segera dihilangkan setelah dibangunnya tangki septik kedap ini yang memiliki manfaat untuk menjaga lingkungan dan air bersih,” kata ibu bupati pada Rabu (23/10/2019).

Regional Manager North Sumatera Iuwash Plus,  Muhammad Yagi mengatakan kesadaran warga desa Sukamaju mau membangun tangki septik kedap ini merupakan langkah maju apalagi Dusun II desa ini adalah daerah tangkapan air yang terbesar di Deliserdang dan warganya masih memiliki pola hidup tradisional. “Kita bangga karena peran ibu-ibu di sini sangat sadar pentingnya air bersih sehingga rela melakukan pengerjaan pengorekan tangki septik kedap yang dilakukan 13 orang kaum ibu warga desa yang ikut arisan jamban. “Ke depannya, kita berharap inovasi ibu-ibu ini bisa ditiru atau ditularkan ke desa lain yang masih punya kebiasaan BAB sembarangan atau pemukiman penduduk yang masih memiliki konsep tangki septik konvesional,” kata Muhammad Yagi.

Sementara itu Febri E Gurusinga, camat Kecamatan Sibolangit didampingi Kepala Desa Sukamaju, Gover Helhose Sembiring, mengatakan di kecamatan ini memiliki 30 desa dan 86 dusun. Situasi Sibolangit memang masih asri, artinya kalau dibiarkan saja alam akan mengurai sampah dan alam masih mampu. “Karena pemerintah sudah punya program sanitasi total berbasis masyarakat, jadi masyarakat diajak untuk mengubah prilaku hidupnya menjadi prilaku lebih baik dan lebih mencintai lingkungan lagi,” katanya seraya menambahkan saat ini warga sedang digalakkan bekerjasama dengan Puskesmas Sibolangit untuk menjalani pola hidup bersih. Meski ini sulit, tapi harus dilakukan secara kontinu.

“Apabila kita lengah sedikit saja, masyarkat bisa kembali lagi kepada kebiasaan yang lama, makanya harus ada pengawasan dan diingatkan secara rutin,” kata camat yang mengakui Sibolangit merupakan dataran tinggi tapi beberapa desa masih ada yang kesulitan mendapatkan air bersih. Camat juga membenarkan apa yang dikatakan kepala desa bahwa warga desa masih ada 10% yang melakukan BAB sembarangan.

“Tahun depan kita targetkan desa di Kecamatan Sibolangit sudah bebas dari BAB sembarangan. Kita sudah kordinasi dengan Puskesmas, Dinkes dan Dinas PUPR Deliserdang,” kata Febri Gurungsinga. (Mahbubah Lubis)

 

 

 

Apa Tanggapan Anda?