Home / NEWS / Tak Beralas Kaki, Gubsu Carikan Solusi Irigasi Tak Berfungsi

Tak Beralas Kaki, Gubsu Carikan Solusi Irigasi Tak Berfungsi


PALUTA| Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, melakukan serangkaian kunjungan kerja ke kabupaten/kota dalam rangka meningkatkan persoalan pertanian dan ketahanan pangan. Salahsatu daerah yang dikunjungi adalah irigasi (bendungan) Batang Ilung di Desa Sibagasi Kecamatan  Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) Jumat (3/4/2015).

Dalam kunjungan itu, Gubernur tampak tidak mengenakan alas kaki saat mengitari bangunan bendungan yang berjarak sekitar 345 km dari ibu Kota Sumut itu. Berkemeja putih dan celana yang digulung sebatas betis, Gatot terlihat serius memperhatikan kondisi bendungan yang dibangun pada tahun 1983 dengan dana LOAN ADB dan APBN serta selesai pada tahun 1991/1992.

Gubernur mendapati sudah berkurangnya kemampuan daerah irigasi Batang Ilung mengairi  persawahan. Diantaranya akibat pengambilan air secara tidak merata dan pencurian air yang tidak terkendali.

Baca Juga:  Bus Sekolah Masuk Jurang di Samosir, Tiga Pelajar Tewas

“Saya minta segera lakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan yang terjadi agar Daerah Irigasi Batang Ilung ini dapat lebih optimal mengairi persawahan,” ujar Gubernur kepada para pejabat yang hadir diantaranya Wakil Bupati Paluta Riskon Hasibuan, Kepala Dinas Pertanian Paluta, Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa III Amat Purba.

Hadir juga Kepala DInas Pengelolaan Sumber Daya Air Dinsyah Sitompul, Kepala Dinas Pertania M Roem, Kepala Badan Ketahanan Pangan Suyono, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Zonny Waldi dan sebagainya.

Diketahui, Daerah Irigasi Batang Ilung merupakan daerah dataran yang memanjang di sebelah kiri dan kanan sungai Batang Pane yang berada sekitar 90 m dari permukaan laut.

Bendungan ini sejak tahun 2006 lalu, tak lagi dapat difungsikan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan di kawasan itu. Padahal pasca selesai pembangunannya pada tahun 1992, bendungan ini berhasil mendukung terlaksananya pola tanam dan musim tanam serentak di areal seluas 4.194 ha.

Baca Juga:  Ratusan Alumni SMA 11 Medan Hadiri Halal Bil Halal

Gubernur meminta segera dilakukan Rapat Koordinasi yang melibatkan stakeholder terkait di level Pemrintah Provinsi dan Kabupaten Paluta serta Dandim.¬† “Daerah irigasi ini sangat menentukan tingkat produksi padi Sumatera Utara. Ini bagian dari upaya kita mendukung pencapaian target nasional swasembada pangan,” tegas Gubernur. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up