Home / MEDAN TODAY / Taksi Online di Medan Terjaring Razia

Taksi Online di Medan Terjaring Razia


RAZIA. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama aparat kepolisian mulai menertibkan taksi berbasis aplikasi. [foto: istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama aparat kepolisian mulai menertibkan taksi berbasis aplikasi, Rabu (2/8/2017).

Lokasi penertiban dipusatkan di depan Sun Plaza Jalan KH Zainul Arifin Medan, termasuk lokasi drop off (tempat menurunkan penumpang) di pintu utama masuk Sun Plaza.

Penertiban ini dimulai pukul 10.00 sampai 12.30 WIB. Setiap kenderaan yang dicurigai sebagai taksi berbasis aplikasi, langsung dihentikan dan diperiksa.

Dari penertiban yang berlangsung selama 2 jam lebih tersebut, Dishub Kota Medan berhasil mengamankan 8 unit mobil yang ditengarai sebagai taksi berbasis aplikasi.

Adapun kedelapan mobil itu masing-masing Toyota Avanza BK 1161 BL, Daihatsu Ayla BK 1770 WP), Honda Mobilio BK 1366 UZ, Toyota Avanza BK 1464 QQ, Toyota Avanza BK 1132 UR (tilang lantas), Honda Mobilio BK 1521 DR, Toyota Agya BK 1049 UO serta Daihatsu Xenia BK 1226 VO.

Baca Juga:  Parpol Bisa Ganti Cagub/Cawagub Jika Tidak Lolos Tes Kesehatan

BACA JUGA
Beroperasi Tanpa Izin 6 Taksi Grab Car Medan Ditertibkan

Menurut Kadis Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Renward Parapat, penertiban dilakukan sesuai dengan Surat Perintah Kadis Perhubungan Provinsi Sumatera Utara No.800/850/KP/PHB/2017 perihal penindakan operasional angkutan sewa khusus Medan.

“Penertiban tanggal 2 s/d 4 Agustus 2017. Sebelum melakukan penertiban, seluruh tim berkumpul di Dinas Perhubungan Sumut. Penertiban dimulai pukul 10.00 wib s/d 12.30 WIB. Dalam melakukan penertiban, tim dibagi menjadi 2 regu,” kata Renward.

Dijelaskan Renward, regu pertama melakukan penertiban di wilayah Deliserdang, khususnya kawasan Kualanamu International Airport (KNO), sedangkan regu dua melakukan penertiban di wilayah Kota Medan.

“Untuk Kota Medan, penertiban awal kita pusatkan kawasan Sun Plaza,” jelasnya.

Menurut Renward, penertiban akan terus dilakukan. Oleh karenanya dia menghimbau kepada seluruh pengemudi taksi berbasis online untuk segera mengurus izin sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga:  Buni Yani Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Namun Tidak Ditahan

“Ini merupakan keputusan pemerintah pusat yang dituangkan dalam Peraturan Kementrian Perhubungan No.26/2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kenderaan bermotor umum tidak dalam trayek. Jadi ini merupakan peraturan dari pusat, bukan kami yang buat. Untuk itu mari kita hormati bersama,” tegasnya.

Renward menjelaskan, penertiban yang dilakukan ini melibatkan petugas Dishub Sumut, Dirlantas Poldasu, Satlantas Polrestabes Medan, Polisi Militer serta Jasa Raharja.

“Selain melakukan penindakan, kita juga melakukan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada perusahaan taksi berbasis online agar tidak menerima pendaftaran anggota secara pribadi namun harus melalui badan hukum,” pungkasnya.

Selain melakukan penertiban terhadap taksi berbasi online, jelas Renward, Dishub Kota Medan bersama Dirlantas Poldasu, Satlantas Polrestabes Medan dan Satpol PP yang berjumlah 75 personel juga melakukan penertiban di Pasar Tradisionil Simpang Limun. Kemudian menertibakan pool-pool kenderaan yang parkir di badan jalan.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Tinjau Sejumlah Titik Genangan Air

Di samping itu juga menertibakan mobil penjual pulsa dan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sisingamangaraja. “Penertiban ini kita lakukan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu-lintas di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan,” terang Renward. [rez]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up