Home / NEWS / Tebang Sawit Milik Ketua Partai di Tapsel, Kakek Renta Jadi Terdakwa

Tebang Sawit Milik Ketua Partai di Tapsel, Kakek Renta Jadi Terdakwa


Persidangan Muhammad Hatta di PN Sidempuan

TAPSEL| Di usia 62 tahun, Muhammad Hatta Harahap belum bisa menikmati masa tuanya. Saat ini, kakek renta itu harus mondar-mandir keluar masuk pintu pengadilan. Pasalnya, Muhammad Hatta mengemban status terdakwa di PN Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Muhammad Hatta menjadi terdakwa gara-gara memotong empat batang pohon sawit milik Armansyah Nasution yang diketahui salah seorang Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tapanuli Selatan.  Meski dalam kondisi kurang sehat, lelaki renta itu tetap menghadiri sidang, untuk mencari keadilan.

Hari ini, Selasa (29/9/2015), M Hatta kembali menjalani persidangan dengan agenda sidang eksepsi (pembelaan) terdakwa. Dipimpin hakim ketua Lipiana Tanjung, terdakwa keberatan atas dakwaan Japet Matondang, sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim, Lapiana Tanjung memutuskan, mengabulkan permohonan eksepsi terdakwa. Hakim menilai, dakwaan JPU kabur. Putusan tersebut disambut suka cita oleh terdakwa. Lelaki tua itu langsung sujud syukur di depan kantor Pengadilan Negeri Padangsidempuan.

Baca Juga:  Terdakwa Pemilik 1.500 Pil Ekstasi Divonis 8 Bulan di PN Binjai

“Ya senang, lega, disesuaikan dengan keadaan. saya minta hukum ditegakkanlah…” tuturnya senang.

Muhammad Harahap tersenyum gembira usai sidang ekspsi di PN Padangsidempuan. Dalam sidang yang berlangsung Selasa (29/9/2015), Ketua Majelis menerima eksepsi yang diajukan terdakwa dalam perkara yang dihadapinya.
Muhammad Harahap tersenyum gembira usai sidang ekspsi di PN Padangsidempuan. Dalam sidang yang berlangsung Selasa (29/9/2015), Ketua Majelis menerima eksepsi yang diajukan terdakwa dalam perkara yang dihadapinya.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, kasus tersebut berawal saat terdakwa memotong enam batang pohon sawit milik Armansyah Nasution, Ketua DPC PKB Tapanuli Selatan.

Terdakwa mengaku, sebelum memotong sawit tersebut, dia telah minta izin pada pemilik pohon, namun terdakwa tidak menyangka kasus tersebut bisa masuk ke ranah hukum.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Marwan Rangkuti, mengatakan, kemenangan Muhammad Hatta, merupakan kemenangan hukum. Rangkuti menilai, dakwaan JPU kabur, karena di dalam dakwaan tidak menyebutkan berapa batang pohon yang dirusak terdakwa. JPU hanya membuat kerugian materi mencapai Rp 50 juta.

“Dengan diterimanya eksepsi, itu berarti tuntutan jaksa kabur. Jadi ini kemenangan hukum, dan pengadilan ymampu mensyortir kasus yang tidak layak disidangkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Antusias Ibu-ibu Medan Selayang Sambut Kehadiran Aulia Rachman

Dengan penolakan dakwaan JPU, kuasa hukum terdakwa meminta majelis hakim untuk mengembalikan nama baik kliennya. Terdakwa akan melakukan eksamilasi ke Kejaksaan Agung sebagai langkah hukum selanjutnya.

Selain itu, kuasa hukum terdakwa juga akan melaporkan penyidik Polres Kota Padangsidimpuan ke Propam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri. [bey|ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up