Home / PROFIL / Tengku Alya Nabila, Gadis Sampul 2013 yang Melestarikan Tarian Tradisional

Tengku Alya Nabila, Gadis Sampul 2013 yang Melestarikan Tarian Tradisional


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Tidak banyak model di Indonesia yang mau berlelah-lelah untuk ikut serta melestarikan kebudayaan Indonesia yang terkesan kuno dan tidak gaul. Namun berbeda dengan model asal Kota Medan yang satu ini.

Dialah Tengku Alya Nabila, seorang model berbakat jebolan Gadis Sampul 2013. Gadis kelahiran Medan 10 Juli 1996 silam ini sangat menggemari tarian tradisional Indonesia.  Anak dari pasangan Tengku Bassyaruddin Shouckry Sinar dan Trisnasari ini,  bahkan sudah sering ikut serta menari dalam berbagai acara.

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi FISIP USU ini mengaku sudah mahir dalam tarian Melayu, Tortor, dan Tari Saman. Di tengah kesibukannya sebagai seorang model, Alya selalu menyempatkan diri untuk berlatih menari di sebuah sanggar tari tiap minggunya.

Sebab itu, Alya tak ingin jika dirinya hidup dalam glamour dunia modelling.  Namun dia mengimbangi dengan  melestarikan kebudayaan Indonesia yang dianggap kuno oleh sebagian orang.

Baca Juga:  Kehadiran Bobby Nasution Sudah Ditunggu Partai Nasdem

“Menari itu bagi Alya seru, walaupun capek karena badan jadi pegel dan kaki harus ditekuk. Gerakannya juga harus pas. Alya milih menari karena memang menari itu selain kegiatan seni yang ditekuni keluarga besar Alya turun temurun, tapi juga bagian dari melestarikan budaya bangsa,” tutur cucu Sultan Lukman Sinar Bashar Shah.

BACA JUGA:
Chelsea Hadi, Mahasisiwi FK USU Selesaikan Projek Rekaman Bersama Tim Orkestra

Alya mengaku sudah mulai belajar menari di sanggar milik tantenya sejak duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Seni tari diperkenalkan oleh tantenya, Tengku Mira Rozanna Sinar. Kebetulan sang tante mendirikan sanggar tari sendiri bernama Sinar Budaya Group. Di sanggar ini, remaja diajarkan untuk melestarikan budaya bangsa melalui seni tari.

“Alya biasanya latihan dua kali seminggu, Selasa dan Jumat.  Sejauh ini, Alya masih tampil menari dalam berbagai kegiatan di Medan saja. Tapi suatu saat akan tampil di luar Medan sampai luar negeri,” tutur Alya yang terakhir menunjukan bakat tarian budaya pada tahun 2012.

Baca Juga:  Ni Kadek Eka Citrawati, Kembangkan Budaya Lulur Warisan Leluhur

Kegemaran Tengku Alya dalam hal tarian membuktikan bahwa budaya di Indonesia tidak akan punah apabila dilestarikan oleh orang-orang yang menyukai tarian khas dari setiap budaya yang ada di Indonesia.

Begitulah, sebagai seorang model bukan berarti Alya melepas statusnya sebagai remaja yang menjunjung tinggi adat dan budaya Indonesia. Alya menyadari betapa berharganya dan betapa indahnya kebudayaan Indonesia yang beragam.

Ia bahkan akan terus mengembangkan kemampuan menarinya tanpa meninggalkan dunia modelling tempat ia berkiprah. Dengan menjadi model ia dapat terus mengikuti perkembangan zaman dan dengan menggeluti dunia tari tradisional ia akan tetap menjadi penerus bangsa yang bangga akan budaya Indonesia.

[Tulisan ini kerjasama EdisiMedan.Com dengan Daebak Publisher]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up