Home / SUMUT / Pelayanan Perkawinan Kota Binjai Sukses Terapkan Program KKBPK Terintegrasi

Pelayanan Perkawinan Kota Binjai Sukses Terapkan Program KKBPK Terintegrasi


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Untuk mewujudkan kota cerdas yang layak huni, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan menuju Binjai yang sejahtera serta melindungi masyarakat Binjai khususnya perempuan dari hal-hal merusak generasi bangsa, dan mewujudkan keluarga dan masyarakat yang sehat, sejahtera, beriman, dan berkualitas berbagai langkah ditempuh oleh Pemerintah Kota Binjai.

Salah satu terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Binjai  yaitu dengan menggemakan kembali Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sebagai solusi strategis dalam mengendalikan kuantitas sekaligus meningkatkan kualitas penduduk yang akan memberikan dampak signifikan terhadap seluruh sektor pembangunan khusunya di Kota Binjai.
Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Binjai bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai dengan Kementerian Agama dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) kota Binjai membentuk pilot project yaitu Smart Teen Generation Kota Binjai. Dan mengeluarkan Peraturan Walikota no 39 tahun 2017 tentang standar pelayan prosedur perkawinan di Kota Binjai.
Tampaknya, setelah Kedua aturan itu dikeluarkan selain peningkatan signifikan terhadap peserta KB dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) penerapan Program 4T (kelahiran yang Terlalu Sering, Terlalu Muda, Terlalu Rapat dan Terlalu Tua-red), kasus narkoba, KDRT, Perceraian serta kasus anak memperlihatkan grafik yang menggembirakan. Sejak program ini dihadirkan telah terjadi penurunan kasus yang menjadi harapan pemerintah juga masyarakat.
Hal inipun diaminkan oleh Dra. Dahlia Suarni Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB kota Binjai. Dikatakanya sejak adanya program ini Desember tahun 2017  hingga Desember 2018, jumlah Catin yang ikut program ini mencapai 4490 orang,   sedangkan untuk Januari hingga Agustus 2019 mencapai  782 orang.
Dra. Dahlia Suarni, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB kota Binjai
Dikatakannya, tes narkoba ini dilakukan untuk mengetahui apakah calon pengantin itu terpapar narkoba atau tidak. Jika ditemukan terpapar narkoba, maka wajib mengikuti assessment di BNN atau rehabilitasi. BNN lah yang menetapkan apakah harus di rehab.
“Sejauh ini tidak ada masyarakat menolak dengan program pemko Binjai ini,  malah saya ucapkan berbahagialah dengan adanya program ini, karena para calon pengantin mendapat pembekalan sebelum menikah. Dan bahkan dengan program ini juga ada ditentukan usia pernikahan 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun laki-laki, sehingga masyarakat di Binjai itu menikah dengan usia ideal,” ucapnya.
Dikatakan Dahlia  para calon pengantin justru sangat senang dengan adanya progam. Sebab manfaatnya sangat banyak apalagi. “mereka  sejak dini sudah dipersiapkan dan dibekali dengan ilmu untuk menghadapinya bahtera hidup pasca menikah,” tegasnya.
Teks Foto- Para Catin mengikuti konseling pra nikah dari konselor profesional.
adapun materi konseling pra nikah ini tentang pendewasaan usia perkawinan, perencanaan membangun keluarga yang berkualitas, pelaksanaan 8 fungsi keluarga, Pemahaman peran orang tua, konsep pengasuhan anak, dan materi tentang 1000 hari pertama kehidupan.
Para Catin melakukan tes urin narkotika yang dilayani oleh petugas dari BNN Kota Binjai.
Dikatakanya, calon pengantin yang positif narkoba akan diassessmen bersama orang tua dan calon mertua.
“Ini sangat penting, sehingga sebelum melangsungkan pernikahan, pihak kedua Catin mengetahui bahwa positif narkoba, sehingga bisa berfikir apakah akan melanjutkan pernikahan atau tidak, jika tetap melanjutkan yang positif narkoba terlebih dahulu melalui rehabilitasi dulu,” ucapnya.
Kemudian berkaitan dengan pengaruh program ini terhadap lintas sector diantaranya oleh Badan Narkotikan Nasional (BNN) Kota Binjai, melalui kegiatan konseling pra-nikah dan tes narkoba yang dilakukan sangat berjalan lurus dengan hasil yang diharapkan. Seperti pengakuan Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Binjai,  Ardi Efendi,  bahwa disebutkannya
program yang memiliki sejarah yang panjang hingga berhasil disetujui Pemko Binjai  Ini merupakan program andalan Pemko Binjai melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB kerjasama dengan lintas sektor. Program ini diakuinya mampu menurunkan kasus narkoba di Kota Binjai.
“Catatan kami mulai Juni 2018 sampai bulan September  Minggu ke-4 2018, angka pemakaian narkoba dilihat dari kegiatan penangkapan Polres Binjai maupun BNN Binjai dari 275 kasus dengan bulan yang sama di tahun 2019 turun menjadi 75 kasus. Kalau dipersentasekan penurunan hampir 300 persen,” katanya.
Dikatakannya, pada saat program ini dilaunching dan rutin dilaksanakan di Kantor Dinas PPKB Kota Binjai sebagai pelaksana Program setiap minggunya pada hari selasa dan hari kamis,  jumlah pemakai narkoba sangat luar biasa, adanya program ini jumlah pemakai narkoba semakin sedikit sehingga ia menilai program ini sangat efektif mewujudkan manusia berguna Kota Binjai.
Begitu juga yang dikatakan,
Kabid Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemenuhan hak-hak Anak Kota Binjai, Drs. Syafrizal bahwa setiap tahunnya angka kasus KDRT mengalami penurunan. Dalam sebulan ditegaskannya belum tentu ada yang melapor. “Saat ini ada penurunan kasus kekerasan rumah tangga, begitu juga kasus anak, jika adapun yang melapor, para pasangan pengantin itu adalah pasangan yang menikah sebelum ada aturan
Standar Pelayanan Prosedur Perkawinan Di Kota Binjai. Sedangkan bagi pasangan yang menikah diatas tahun 2017  belum ada catatan yang datang melapor kesini,” ucapnya.
Kabid Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemenuhan hak-hak Anak Kota Binjai, Drs. Syafrizal saat ditemui di kantornya.

Standar Pelayanan Prosedur Perkawinan Di Kota Binjai yang dilaksanakan di Kantor Dinas PPKB Kota Binjai ini meliputi bahwa setiap calon pengantin (Catin) yang akan melaksanakan pernikahan di Kota Binjai terlebih dahulu mendaftarkan perkawinannya ke kelurahan minimal 2 Minggu sebelum melangsungkan perkawinan, dengan membawa persyaratan NA,  wajib mengikuti konseling Pra Nikah, Tes urine Untuk Narkotika, Suntikan TT dan Konseling Kesehatan (khusus Catin perempuan). Setelah melalui prosedur itu, para Catin akan mendapat kartu kendali dan uniknya, seluruh kegiatan ini dilaksanakan satu pintu yaitu di Kantor DPPKB Kota Binjai tanpa perlu mengunjungi satu persatu Lembaga terkait.

Baca Juga:  Seminggu Puasa, Konsumsi BBM dan Elpiji Terus Meningkat
Erick Syahputra sebagai Operator program Catin menunjukkan kartu kendali yang wajib dimiliki oleh para Catin yang akan melangsungkan pernikahan di Binjai
Erick Syahputra sebagai Operator program Catin disela-sela melaksanakan tugasnya melayani para pasangan Catin mengatakan
Pada program ini ada beberapa hal yang harus diikuti baik Catin  wanita maupun pria. Bagi pria ada 2 tes yang diikuti. Yang pertama bimbingan konseling dan tes narkoba, yang wanitanya ada 3 tes yaitu bimbingan konseling, tes narkoba dan suntik Tetanus Toksoid (TT).
Sebelum mereka membuat NA dikelurahan masing-masing, mereka kekantor kita dulu di DPPKB untuk mengikuti semua tes.
“Syaratnya, mereka membawa surat pengantar dari kelurahan masing masing, dan juga membawa surat foto kopi KTP nya.
Jadi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Jika calonnya orang Binjai, laki-lakinya diluar Binjai dan nikahnya dilaksanakan di Binjai maka laki-lakinya harus mengikuti program ini juga di Kota Binjai.
“Calon laki-lakinya itu juga membawa persyaratannya dari tempat tinggalnya disertakan membawa KTP,” ujarnya.
Proses pelaksanaan program ini hanya 3 jam. Tahap pertama yang diikuti yakni konseling, tes urin dan yang wanita ditambah suntik TT.
Setelah selesai semua, para calon pengantin itu akan menerima kartu kendali. “Kartu kendali itu nantinya dibawa ke kelurahan untuk dapat mengurus NA,” ucapnya.
Bagi pengantin yang sudah menikah sah secara agama namun secara administratif negara di kua maupun di catatan sipil, wajib juga mengikuti program ini.
Dijelaskannya juga, jika ditemukan pasangan pengguna narkoba, maka pasangan itu tidak bisa.melangsungkan pernikahan, disarankan mengundur tanggal yang telah ditentukan, sebab yang positif narkoba harus di Assessment BNN. Pernikahan bisa dilangsungkan jika yang terpapar narkoba itu selesai di rehabilitasi, atau bisa menikah dulu namun dengan catatan bahwa rehabilitasi tetap dilakukan usai menikah.
Sejak ia bertugas sebagai operator, ia menyaksikan animo masyarakat sangat tinggi, dan bahkan terlihat senang mengikuti program ini. Pelayanan ini buka dikatakan hanya 2 kali dalam seminggu yaitu Selasa dan Kamis.
Calon pengantin menyerahkan persyaratan seperti surat pengantar dari kepling, foto kopi KK, KTP, tanda lunas PBB, pas foto, materai Rp 6000 kepada petugas untuk selanjutnya mendapat pelayanan pembinaan Catin.
Salah seorang Catin perempun disuntik TT (Tetanus dan Toksoid)
Dr Sriwardani dari Puskesmas Kebun Lada, Binjai, memaparkan bahwa suntik TT untuk Catin itu gunanaya untuk pencegahan tetanus Toksoid. “Pasca menikah pasti ada perlukaan yang dialami oleh pengantin Perempuannya dimalam pertama, luka itulah perlu dicegah sejak dini agar tidak menjadi sumber masuknya kuman-kuman penyebab tetanus. Dan manfaat penting lainnya adalah mencegah tetatus pasca melahirkan,” katanya.
Meski terlihat takut saat akan disuntik, para Catin perempun tampak senang mengikuti program Catin ini, sebab setelah mendapatkan edukasi saat konseling, mereka menjadi tau bahwa program ini sangat bermanfaat bagi dirinya.
Salah seorang warga Binjai yang sudah menjalani program ini, Tina Kartika (24). mengatakan ikut program ini sangat bagus karena ia bisa tahu bagiamana berkeluarga dengan baik dan usia menikah yang pas menurut kesehatan, dan juga diajari bagaimana  membina keluarga yang harmonis, dan diberitahu kapan ia harus  ber-KB.
“Disini kan juga ada periksa urin dan suntik TT, jadi sebelum menikah, keluarga kita juga jadi tahu apakah pasangan kita itu bersih dari narkoba atau tidak. Menjalani program ini tidak menjadi beban bahkan saya sangat senang. Saya jadi terbekali bagimana mencari solusi jika menghadapi persoalan rumah tangga,” ungkap calon ibu muda ini yang mengaku sudah memasuki usia 1 tahun pernikahan.
Sementara itu, dengan tingkat keberhasilan dan kepuasan yang dirasakan masyarakat, berbagai pihak mendukung agar program ini terus dilaksanakan di Kota Binjai. Termasuk diantaranya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang dijumpai terpisah juga mengungkapkan Program Konseling Pranikah di Kota Binjai merupakan salah satu inovasi strategis pelaksanaan Program KKBPK di Lapangan. “ Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara sebagai pelaksana dan penanggungjawab Program KKBPK di Sumatera Utara sangat mendukung pelaksanaan Program Konseling Pranikah Lintas Sektor yang dilaksanakan di Kantor DPPKB Kota Binjai ini dan terbukti memberikan dampak positif yang bukan hanya terhadap capaian Program KKBPK secara umum namun memberikan dampak positif terhadap lintas sector yang terkait didalamnya yaitu kaitannya terhadap penurunan angka pengguna narkoba, kekerasan dalam rumah tangga serta kasus perceraian. Kami akan mendorong kabupaten dan kota lain bahkan kepada provinsi lain di Indonesia agar dapat mengadopsi langkah strategis Pemerintah Kota Binjai melalui DPPKB Kota Binjai sehingga inovasi-inovasi strategis program KKBPK dampak mendongkrak capaian Progam dan memberikan dampak yang berarti bagi peningkatan derajat kesehatan, kualitas hidup, serta kesejahteraan masyarakat, tutupnya. (Mahbubah Lubis)
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up