Terdakwa Pembunuh Jasiaman Purba Histeris dan Sebutkan Hal ini Saat Disidang di PN Binjai

204
Dua tersangka pembunuh Jasiaman Purba mengaku di paksa mengaku oleh polisi. Tampak dua tersangka keluar dari ruangan sidang PN Binjai . (op)

EDISIMEDAN.com,BINJAI- Masih ingat dengan peristiwa penemuan mayat pria bertato di paret depan rumahnya di Jalan Teratai, kelurahan Pahlawan, kecamatan Binjai Utara pada bulan April 2018 lalu. Ternyata dua pelaku yang membunuh pria bertato bernama Jasiaman Purba,(55) saat ini tengah menjalani proses persidangan di PN Binjai.

Kedua terdakwa yakni Rosmalinda Saragih (51). Dia dibantu oleh seorang pria bernama Hardi Sialoho,(42) warga Binjai Barat. Keduanya ditangkap polisi dari dua tempat berbeda bulan April 2018 lalu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Fauzul Hamdi sebagai ketua majelis hakim pada Selasa (24/7/2018), kedua terdakwa dihadirkan untuk agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dan dua tersangka.

Pantauan EDISIMEDAN.com, pada persidangan kasus pembunuhan ini, setelah majelis hakim mendengarkan keterangan dari saksi-saksi yakni dua polisi dari satuan reskrim Polres Binjai, hakim ketua pun bertanya kepada tersangka Rosmalinda.

Ditanya Fauzul Hamdani, Rosmalinda malah menjerit menangis dihadapan para hakim, penuntut umum Beni SH dan penasehat hukum.

“ Saya di bawa ke kebun tebu Tunggurono dan dipaksa polisi mengaku melakukan pembunuhan terhadap suami saya ,”kata Rosmalinda.

Sedangkan satu tersangka utama Hardi Sialoho kepada majelis hakim mengatakan bahwa sebelum mengaku ia di bawa ke titi kembar Binjai dan dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan sama polisi Binjai.

Hakim ketua Fauzul Hamdani,SH akhirnya menunda sidang dan akan dilanjutkan lagi minggu depan masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dan dua tersangka.

Tersangka Hardi Sialoho dari balik terali besi PN Binjai kepada EDISIMEDAN.com, mengatakan bahwa ia dipaksa mengakui perbuatannya. “ Sudah dua hari aku tidak ngaku dan kena paksa dan bujuk rayu akan di kirim ke Kalimantan asal ngaku lakukan pembunuhan ,”kata Hardi Sialoho. (op)

Apa Tanggapan Anda?