Home / NEWSSUMUT / Terima Suap, OK Arya Dituntut 8 Tahun Penjara dan Wajib Kembalikan Rp 6 Miliar Lebih

Terima Suap, OK Arya Dituntut 8 Tahun Penjara dan Wajib Kembalikan Rp 6 Miliar Lebih


Bupati nonaktif Batubara OK Arya Zulkarnaen (kemeja putih) mulai diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (5/1/2018). Dia didakwa menerima suap dengan total sebesar Rp 8 miliar lebih dari sejumlah kontraktor di Dinas PUPR Batubara. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Tim Jaksa Penuntut KPK meminta agar Bupati nonaktif Batu Bara, Sumut, OK Arya Zulkarnain (62) dihukum 8 tahun penjara. Dia dinilai bersalah karena menerima suap dari kontraktor yang totalnya mencapai Rp 8 miliar.

Selain hukuman penjara, Jaksa Penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga meminta majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo memerintahkan OK Arya membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I, OK Arya Zulkarnain, berupa hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa I, OK Arya Zulkarnaian, berada di dalam tahanan. Dan memerintahkan terdakwa I, OK Arya Zulkarnain, tetap di dalam tahanan, ditambah pidana denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Jaksa Penuntut KPK, Wawan Yunarwanto dalam persidangan yang digelar di Ruang Utama PN Medan, Senin (2/4/2018).

Dalam persidangan ini, OK Arya tidak dituntut sendirian, Terdakwa II dalam perkara ini, Helman Herdady, yang merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batu Bara juga menjalani tuntutan pada sidang yang sama. Jaksa Penuntut KPK meminta agar majelis hakim menjatuhinya hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sebelumnya, dalam sidang terpisah, Sujendi Tarsono alias Ayen yang berperan sebagai perantara suap itu juga menjalani sidang tuntutan. Dia dituntut dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca Juga:  Seser 7 Lokasi di Sumut-Aceh, BNN Tembak Mati Dua Tersangka, Sita 44,7 kg Sabu serta 58 Ribu Butir Esktasi

Khusus untuk OK Arya, Jaksa Penuntut KPK meminta agar majelis hakim memerintahkannya membayar uang pengganti Rp 6.295.035.000. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang.

“Apabila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti itu, maka dia harus menjalani pidana penjara selama 2 tahun, ucap Jaksa Wawan dihadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Setyo Wibowo.

Jaksa Penuntut KPK menilai OK Arya Zulkarnain dan Helman Herdady telah bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 12 Huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

OK Arya Zulkarnain dan Helman Herdady didakwa telah melakukan atau turut serta menerima hadiah atau janji untuk melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Mereka telah menerima suap dari sejumlah penyedia barang dan jasa pada Pemkab Batu Bara. Sebagian besar uang suap diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen.

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT INALUM Tahun 2017 untuk Lulusan D3/S1

Dalam perkara ini, OK Arya dinyatakan menerima Rp 8,055 miliar dari lima kontraktor, yakni Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar. Uang suap itu awalnya dikumpulkan Maringan lalu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dan Helman Herdady. Dalam proses itu, Helman juga menerima uang sebesar Rp 80 juta dari Syaiful Azhar.

BERITA TERKAIT

Didakwa Terima Suap Rp 8 Miliar, Bupati OK Arya Terancam 20 Tahun Penjara

Pemberian uang itu berlangsung antara Maret 2016 hingga September 2017 di sejumlah lokasi, di antaranya di Jalan Sungai Deli Gang Sawo No. 52 Kota Medan; showroom “Ada Jadi Mobil”, Jalan Gatot Soebroto, Medan; Tre Mon Café Lippo Mall, Jalan Diponegoro, Medan; Jalan Air Bersih Ujung Blok 70 No 5 Medan.

Penyuapan itu diduga dilakukan agar OK Arya Zulkarnain dan Helman Herdady, baik secara langsung maupun tidak langsung, melakukan intervensi guna memenangkan Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar dalam proses pengadaan barang/jasa pada Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara tahun 2016-2017.

Dalam perkara penyuapan ini, dua pengusaha, Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang, telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman masing-masing 2 tahun penjara. Mereka juga didenda Rp 100 juta.

Baca Juga:  Sempat Serang Polisi, Ini Kronologis Penangkapan Andi Lala di Riau

Perkara suap ini merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Sumatera Utara pada pertengahan September lalu. KPK menangkap Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain dan pengusaha jual-beli mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen bersama 6 orang lainnya, Rabu (13/9/2017). Dalam OTT ini, petugas menyita Rp 364 juta yang diduga sebagai bagian dari uang suap.

Maringan diketahui mengumpulkan sejumlah pengusaha untuk menyuap Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain. Mereka memberikan 10 persen dari nilai proyek di Kabupaten Batu Bara yang ingin dimenangkan.

Maringan telah memberikan suap Rp 3,7 miliar untuk dua proyek yang dia dapatkan. Uang diserahkan tiga tahap. Awalnya dia menyerahkan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, dan 1 lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 miliar, kemudian uang sebesar Rp 700 juta. Uang suap itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono yang merupakan orang dekat OK Arya Zulkarnain.

Sementara Syaiful memberikan suap Rp 400 juta. Uang diserahkan melalui Kadis PUPR Batu Bara, Helman Herdady. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up