Terkait Oknum Caleg PDIP Pengurus Nasdem, Wajib Undurkan Diri RW terancam tidak dapat kursi DPRD Binjai

60
Caleg inisial RW terancam tidak duduk di DPRD Binjai 2019

EDISIMEDAN.COM,Binjai – ‎Caleg PDIP Daerah Pemilihan I (Binjai Kota-Binjai Barat) berinisial RW disebut masih pengurus Nasdem. Karenanya, RW yang disebut-sebut bakal lolos menuju Gedung DPRD Binjai tersebut diminta untuk mengundurkan diri.

Pasalnya, ‎RW masih terdaftar sebagai keanggotaan di Partai Nasdem. Sebagai orang yang pernah pindah partai, Polmen Sihotang menilai, RW harus mengundurkan diri dari Partai Nasdem.

Jika tidak, RW terancam tidak dapat kursi DPRD  Binjai. “Kalau kita memang pindah partai, harus mengundurkan diri. Itu wajib. Apalagi mau calonkan Anggota DPRD. Ini namanya beretika kita dalam berpolitik,” kata Polmen.

Ketua Partai Berkarya Kota Binjai ini menceritakan perjalanannya saat pindah partai dari Golkar ketika diverifikasi oleh KPU maupun Bawaslu. Menurut dia, ada dua surat yang harus diisi oleh RW jika memang yang bersangkutan masih berstatus keanggotaan pada partai lain.

“2017 lalu saat verifikasi, ada dua surat. Surat pertama saya menulis surat pribadi mengundurkan diri. Lalu kedua ada surat blanko KPU yang harus diisi. Itu baru sah,” kata mantan Ketua Partai Golkar Kota Binjai ini.

“Sekarang sudah harus diverifikasi partai besar dan partai kecil,” tambah pria yang sudah berkecimpung di dunia politik selama 38 tahun ini.

Sebelumnya, ‎Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Binjai, dr Edy Putra membenarkan, RW pernah diamanahkan sebagai pengurus menjadi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai NasDem Kota Binjai.

“Itukan dulu dia pernah jadi pengurus kita (Partai NasDem). Dulu tahun 2016. Nah setelah itu, dia enggak tahu rimbanya. Dia pengurus situ, tadinya orang ketiga. OKK dia (RW),” ujar Edy.

Selebaran surat yang ditulis pada 25 Mei 2019 dengan kepala surat bertuliskan‎ DPD Partai NasDem Kota Binjai beserta lambang parpol ini ditandatangani Ketua dr Edy Putra dan Wakil Sekretaris Zubri Maktur Harahap serta berstempel ini menuliskan, RW belum pernah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi dari partai besutan Surya Paloh tersebut. Menurut Edy, PDIP tempat berlabuhnya RW sekarang menyoalnya.

“Sekarang dipermasalahkan pengunduran diri. Pengunduran diri ke kami belum ada (Partai NasDem),” jelas Edy.

“Setelah itu (pindah ke PDIP), dia kan enggak ada kata dia pindah. Enggak ada secara tertulis,” sambung Edy.

Karenanya, sepengetahuan dr Edy, RW belum ada mengundurkan diri secara tertulis yang ditujukan kepada DPD Partai NasDem Kota Binjai. “Sepengetahuan kita, enggak ada masuk ke kemari (pengurus). Enggak ada ngomong apa-apa,” kata Edy.

Bahkan, sambung Edy, RW juga sebagai pengurus di DPW Partai NasDem Sumut. Sayang, Edy mengaku tidak tahu jabatan apa yang diembannya pada DPW Partai NasDem Sumut.

“Jadi intinya kalau kami sesuai SK itu, belum pernah mengundurkan (diri). Belum ada,” beber Edy.

“Kalau pengunduran dirinya itu enggak ada, enggak ada secara resmi. Intinya kalau surat pengunduran diri‎ sampai hari ini enggak ada,” jelasnya.‎

‎Diketahui, RW pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang OKK Partai NasDem Kota Binjai berdasarkan SK Nomor : 188-SK/DPP/NasDem/IV/2016 maju dari Dapil I melalui PDIP Kota Binjai. Warga Komplek Bilal Prima E9, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Medan Timur, belum berhasil diminta tanggapannya. Nomor telepon selular yang dipegangnya juga selalu sibuk ketika dihubungi.

RW juga dilaporkan ke Bawaslu Binjai atas dugaan pengalihan suara partai ke pribadi pada 5 TPS di Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat. Kelima TPS dimaksud diduga terjadi pada TPS 7, 9, 12, 13 dan 14.

Pada TPS 7 diduga terjadi pengalihan 30 suara. TPS 9 diduga pengalihan 40 suara. TPS 12 diduga pengalihan 60 suara. TPS 13 diduga pengalihan 6‎0 suara. Dan TPS 14 diduga pengalihan 70 suara.‎ (op)

Apa Tanggapan Anda?