Home / MEDAN TODAY / Tersisa 46 Papan Reklame Belum Dibongkar, Dominan Milik 2 Advertising Besar

Tersisa 46 Papan Reklame Belum Dibongkar, Dominan Milik 2 Advertising Besar


EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Dua papan reklame jenis billboard dan baliho di Jalan Imam Bonjol kembali dibongkar, Rabu (27/4) malam tadi. Pembongkaran ini menambah perbendaharan papan reklame yang telah dibongkar Tim Terpadu Penertiban, Penindakan dan Pembongkaran Papan Reklame.

Memasuki hari ketujuh penertiban yang telah dilakukan, tim terpadu sudah menumbangkan 22 papan reklame dari total 68 papan reklame yang berdiri di 13 titik ruas jalan bebas reklame. Artinya tersisa 46 papan reklame yang belum dibongkar.

Dari 46 papan reklame itu, hanya 5 papan reklame saja milik beberapa perusahaan advertising, sedangkan selebihnya merupakan milik dua perusahaan advertising terbesar di Kota Medan.

Kabid Pengendalian dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Indra Siregar bersikukuh akan tetap melakukan pembongkaran.

Baca Juga:  Maksimalkan Program Guru dan Sekolah Penggerak, Upaya Bobby Nasution Tingkatkan Mutu Pendidikan Medan

“Pemko Medan sudah berkomitmen untuk membongkar seluruh papan reklame yang berada di 13 titik ruas jalan bebas reklame. Jadi tak ada masalah mau milik siapa, papan reklame tersebut pasti kita bongkar,” jelas Indra.

Menurutnya, sejauh ini pembongkaran belum dilakukan karena keterbatasan tenaga dan peralatan.

BACA JUGA

Giliran Billboard Milik Sumo dan Multigrafindo Dibongkar

Seperti dalam pembongkaran papan reklame Rabu malam tadi, Selain mengerahkan puluhan pekerja dengan pelibatan anggota TNI dan Polri, tim juga menurunkan menurunkan 2 unit mobil crane.

Papan Reklame yang dibongkar masing-masing billboard berukuran 5 x 10 meter milik Expo Advertising persis depan RSU Siloam dan baliho berukuran lebih kurang 4 x 6 meter milik ACC Advertising, persis Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bidang Penanaman Modal.

Pembongkaran dimulai sekitar pukul 23.00 WIB, pertama kali dibongkar adalah billboard. Untuk membongkar papan reklame, tim menurunkan 2 unit mobil crane. Pembongkaran diawali dengan pencopotan material reklame. Setelah itu dengan menggunakan mesin las, tim terpadu melepaskan besi pengikat dengan tiang utama.

Baca Juga:  Seminggu Dilantik, Eldin-Akhyar Gusur Pedagang Kaki Lima Penyebab Macet

Proses pembongkaran berjalan dengan lacar, sekitar pukul 00.15 WIB, pembongkaran billboard rampung dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran baliho, tanpa kesulitan sedikit pun, tim terpadu berhasil menumbangkan baliho terebut.

Tak sampai pukul 01.00 WIB dinihari, pembongkaran pun selesai dan seluruh material konstruksi billboard dan baliho dibawa ke Lahan Cadika Pramuka.

Usai pembongkaran billboard dan baliho tersebut, Indra Siregar mengaku tugas mereka masih berlanjut.

“Berarti masih ada 46 papan reklame lagi yang harus kita bongkar. Kita harapkan kerjasama yang baik dengan pengusaha advertising agar mereka dengan penuh sukarela mau membongkar sendiri papan reklamenya. Sebab, papan reklame mereka tinggal menunggu waktu saja untuk dibongkar. Dari pada tim terpadu yang membongkar, lebih baik dibongkar sendiri,” kata Indra.

Menurut Indra, usai tim terpadu membongkar 22 papan reklame, wajah Kota Medan, terutama di 13 titik ruas jalan bebas reklame mulai kurang carut marutnya. Apalagi jika 46 papan reklame yang masih tersisa sudah dibongkar, pasti jauh lebih baik.

Baca Juga:  Dinkes Sumut Targetkan Percepatan Penurunan Stunting

“Jadi sekali lagi saya mengajak seluruh pengusaha advertising untuk membongkar sendiri papan reklamenya. Mari sama-sama kita wujudkan Kota Medan yang lebih berestetika,” harapnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru