Tidak Kapok, Pelukis Jalanan Ernest Bakal Buat Seni Mural Lainnya di Medan

123
Seniman mural asal Lithuania Ernest Zacharevic kembali ke Medan untuk memperbaiki karyanya di Jalan Perdana, Kamis (22/3). Mural bergambar tiga anak yang bermain dengan seekor anak orangutan dirusak tangan jahil. Tidak kapok, pelukis jalanan ini akan membuat mural lainnya di Kota Medan.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Seniman mural asal Lithuania Ernest Zacharevic kembali ke Medan untuk memperbaiki karyanya di Jalan Perdana, Kamis (22/3). Mural bergambar tiga anak yang bermain dengan seekor anak orangutan dirusak tangan jahil. Tidak kapok, pelukis jalanan ini akan membuat mural lainnya di Kota Medan.

Ernest mengatakan kerusakan seni di ruang publik adalah hal yang wajar. Dia begitu terkesan melihat reaksi orang lain yang begitu memberi perhatian terhadap karyanya rusak. Setelah becak itu hilang banyak yang merespon melalui pesan di media sosial pribadinya.

Rencananya Ernest akan membuat mural baru di beberapa titik Kota Medan. Tujuannya hanya untuk mengkampanyekan pelestarian hutan dan lingkungan.

“Saya berkolaborasi dengan NGO lokal dan internasional juga. Dan kami membuat seni di ruang publik yang mengkampanyekan tentang lingkungan dan pelestarian hutan,” kata Ernest.

Ernest akan membuat karya di empat titik. Salah satunya di kawasan Jalan Sekip, dekat Bundaran gatot Subroto. Proyek mural yang dikerjakannya masih satu rangkaian dari kampanye Splash and Burn yang digalang bersama seniman lainnya.

“Kami akan mendatangkan artis mural dari portugal juga, yang sangat terkenal dan punya talenta. Dia akan datang ke Medan, untuk berkontribusi dalam proyek kita,” katanya.

BERITA TERKAIT

Gawat, Mural Betor Karya Pelukis Jalanan Dunia di Medan Raib

Di Indonesia, Ernest DKK bekerjasama dengan Orangutan Information Centre (OIC). Direktur OIC Panut Hadisiswoyo mengapresiasi langkah yang dilakukan Ernest. Karena melalui seni kampanye pelestarian hutan khususnya habitat untuk orangutan bisa lebih dipahami masyarakat awam.

“Kita melihat antusias masyarakat itu cukup besar terhadap seni. Kita menggunakan seni sebagai daya tarik,” katanya.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Ernest bersama koleganya sudah membuat sekitar 15 karya. Salah satu karyanya yang mendunia adalah tulisan SOS ditengah ladang sawit di kawasan Taman Nasional gunung Leuser.

Ernest datang untuk memasang kembali properti becak yang hilang. Sebelum memasang becak itu, Ernest sempat memoles kembali mural yang sempat viral di media sosial tersebut. [ska]

Apa Tanggapan Anda?