Tiga Universitas di Jepang Teliti Endemi Cacing Pita di Simalungun

39
Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menemukan cacing pita jenis Taenia sepanjang 10,5 meter dari dalam tubuh manusia di Desa Nagori Dolok Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Kamis (2/11/2017). [Foto: Edho Abrar]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Tiga Universitas di Jepang tertarik untuk meneliti endemi penyakit cacing pita (taeniasis) di Simalungun. Mereka bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara (UISU).

Sebelumnya kasus penemuan terbesar di dunia mencapai 171 kasus ditemukan di Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun . Salah satunya cacing pita sepanjang 10 meter lebih.

Ketiga universitas dari Japan tersebut, diantaranya adalah Department Of Parasitology, Asahikawa Medical University, Laboratory of Veterinary Parasitology, Joint Faculty of Veterinary Medicine Yamaguchi University, Center of Human Evolution Modelling Research, Primata Research Institute, Kyoto University, Kyoto, Japan.

BERITA TERKAIT

Duh, Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Ditemukan dari Tubuh Pria Asal Simalungun

FK UISU Catat Rekor Dunia Temukan Cacing Pita Taenia Sepanjang 10,5 Meter

Alamak, Cacing Pita Sepanjang 2,17 Meter Ini Dikeluarkan dari Tubuh Salah Seorang Warga Medan

“Selain tiga universitas Japan, ada empat universitas di Indonesia yang turut dalam penelitian tersebut,” ucap Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, DR Umar Zein, Senin (26/3/2018).

DR Umar Zein mengatakan bahwa tim telah selesai melakukan pemeriksaan molekuler terhadap empat sampel cacing pita asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara termasuk draft artikel ilmiah.

“Artikel tersebut dikirim ke WHO guna melanjutkan proses penelitian atas penemuan endemi taeniasis di Simalungun. Sembari menunggu dukungan dari WHO, tim FK UISU akan kembali turun kelokasi yang sama dimana tempat pertama kali ditemukan cacing pita di kecamatan Silau Kahaean di Simalungun,” katanya.

Umar Zein yang baru saja mendapatkan penghargaan dosen berprestasi dari UISU ini, mengungkapkan bahwa ada tim yang ikut serta diantaranya, Kyoto University, Kyoto, Japan (Prof.Munehiro Okamoto), University, Asahikawa University (Prof.Akira Ito) dan University, Yamaguchi, Japan (Prof. Tetsuya Yanagida) sedangkan Universitas Udayana, Bali (Dr. Kadek Swastika), Universitas Brawijaya, Malang (Prof.Teguh Wahyu Sarjono), Universitas Sari Mutiara Medan (Dr.Toni Wandra) dan Universitas Methodist Indonesia Medan (Prof Hadyanto Lim).

“Setiap universitas perwakilannya satu orang. Baik dari universitas Jepang maupun dari Indonesia,” pungkasnya. [ska]

Apa Tanggapan Anda?