Home / DELI SERDANGSUMUT / Timsus Berantas Judi Polres Tebingtinggi Cuma Formalitas

Timsus Berantas Judi Polres Tebingtinggi Cuma Formalitas


Lembaran kupon sebagai bukti bahwa judi Togel yang masih dijual bebas di Kota Tebingtinggi, berhasil dikumpulkan dari warga masyarakat yang mulai memiliki kebiasaan buruk, yang menggantungkan nasibnya dan mencari rezeki dengan cara berjudi. [Foto: slamet riyadi]

EDISIMEDAN.COM, TEBINGTINGGI – Saat Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati membentuk tim khusus (timsus) pemberantasan judi, mendapat reaksi positif warga. Sayangnya, tiga Timsus yang ditugasi menangani berbagai tindak pidana yang terkait penyakit masyarakat (Pekat) ternyata hanya jalan di tempat.

Sekalangan warga dan aktivis LSM  mulai gerah dan resah. Pasalnya  Timsus bentukan Kapolres Tebingtinggi itu terindikasi hanya formalitas. Pernyataan yang sudah terlepas dari bibir kedua petinggi Polres Tebingtinggi bahwa segala bentuk perjudian di Kota Tebingtinggi menjadi prioritas awalnya mendapat sambutan positif warga masyarakat dan menjadi perbincangan hangat.

Keresahan dan gerah warga terwakili dengan pernyataan sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya Ketua DPD LSM Toperdo, Tebingtinggi  Dahrial Jambak. Ketua LSM ini akhirnya  angkat bicara, menilai bahwa pernyataan pihak Polres terindikasi hanya Not Action, Talk Only alias NATO.

Menurut Dahrial, pernyataan petinggi Polres Tebingtinggi cuma omongan doang. Indikatornya dapat dilihat bahwa  selama bulan Ramadan masyarakat Kota Tebingtinggi tahu persis dan melihat jelas yang namanya pelanggaran sosial berupa peredaran judi togel, judi jack pot (tembak ikan) di Kelurahan Badak Bejuang masih berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali. Demikian juga tempat hiburan malam yang terus buka, serta praktik prostitusi juga marak di beberapa kawasan di inti kota.

Baca Juga:  Kasus Sky Parking BSM Binjai Naik Ke Penyidikan

BACA JUGA
Kapolres Tebingtinggi Bentuk Timsus Berantas Begal, Narkoba dan Judi

“Sebagai masyarakat, kita tidak butuh pernyataan saja, kita butuh aksi nyata aparatur penegak hukum dan bila usaha penindakan dan menekan angka kejahatan yang masuk dalam kategori Pekat ini betul terlaksana serta dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, kami meyakini bahwa warga Kota Tebingtinggi akan mendukung upaya Kapolres Tebingtinggi dan jajarannya,” ujar Dahrial kepada  media di kediamannya, Kamis (21/7/2016).

Menurut Dahrial,  untuk menuju arah itu, pihak Kepolisian Polres Tebingtinggi tidak bisa bekerja sendiri, pria setengah baya ini menyarankan pihak Polres setempat untuk melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta melibatkan  semua unsur masyarakat yang masih memiliki kepedulian untuk membangun Kota Tebingtinggi kearah yang lebih baik lagi kedepannya.

Baca Juga:  Masyarakat Tionghoa Inginkan Edy – Ijeck Pimpin Sumut

Dua pekan menjabat Kapolres Tebingtinggi, didampingi Waka Polres Tebingtinggi, Kasat Narkoba AKP Burju Siahaan, Kasat Lantas AKP Imam Ariyuddin, AKP Hasan Basri, Kanit Tipikor Iptu S Panjaitan dan Kasubbag Humas Iptu MT Sagala.

Kapolres wanita pertama “Kota Lemang” inipun  menggelar tatap muka dan silaturahmi dengan para wartawan media cetak maupun elektronik di ruangan K3I Polres Tebingtinggi.

Kata Kapolres Tebingtinggi saat itu, selama kepemimpinannya nanti di Polres Tebingtinggi, dirinya akan menerapkan sistem transparansi dan menargetkan pemberantasan kasus begal serta penyalahgunaan narkoba dan perjudian sebagaimana yang telah diperioritaskan Kapolri saat ini.

Dipaparkan oleh polisi Wanita berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang bernama lengkap Hj Ciceu Cahyati Dwimilawati SH MH bahwa selama 16 tahun ini dirinya hanya bertugas di Bareskrim Mabes Polri, dan baru pertama sekali diamanahkan bertugas di kewilayahan dan langsung menjabat sebagai Kapolres Tebingtinggi.

Baca Juga:  Reses Anggota DPRDSU Rudi Alfahri Rangkuti Samparin Tetangganya

Dalam pemberantasan kasus-kasus tersebut, Ciceu Cahyati mengaku akan membentuk tim khusus (Timsus) dengan tiga tim yang meliputi satu tim terdiri 5 personil yang masing-masing satu orang dari setiap satuan fungsi. Ketiga timsus akan ditugasi  memberantas kasus begal, narkoba dan perjudian. dan juga sudah menekankan kepada para Kapolsek agar tidak ada satu pun dari ketiga kasus itu terjadi lagi di wilayah Polsek jajaran Polres Tebingtinggi.

Disusul pernyataan yang terkesan ikut-ikutan, Waka Polres Kompol Mahmun Nasution didampingi Kasubbag Humas Iptu MT Sagala dan Kaurbin Ops (KBO) Satuan Reskrim Iptu L Tambunan kepada sejumlah wartawan, bahwa perjudian merupakan target operasi Pekat Toba –2016. Ternyata judi jenis Togel hingga kini masih beroperasi di Kota Tebingtinggi  [catatan: selamet riyadi]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up