Tindakan Cepat Polda Sumut LBH Ansor Sumut Apresiasi Kinerja Kapoldasu

114

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Terkait kasus kerusuhan di acara kegiatan Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan sekaligus pelantikan IPNU-IPPNU yang dihelat dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, beberapa waktu lalu.

Ketua Pimpinan Wilayah LBH Ansor Sumatera Utara Bismar Parlindungan Siregar SH MH yang juga Kordinator Daerah LBH Ansor Pulau Sumatera mengapresiasi kerja cepat Kapolda Sumut yang menindak tegas dengan menahan 11 orang perusuh dan penghasut dari Ormas islam keagamaan di Sumatera Utara.

“Dengan melihat kinerja polri menangani kasus penghasutan dan memancing kericuhan di acara keagamaan tersebut, kita yakin polri bisa menjaga keamanan pemilu berkaitan dengan penegakkan hukum di wilayah hukum polda sumatera utara Isu – Isu Suku, Agama Ras & Golongan (SARA) ataupun ujaran kebencian yang sedang berkembang menjadi lebih kondusif khususnya di Sumatera Utara,”kata Bismar, Senin (4/3) saat ditemui di kantornya.

Bismar Parlindungan Siregar SH MH mengatakan penangkapan dan penahanan pelaku penghasutan dan kericuhan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan Pemilihan Umum 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar di sumatera utara.

“Oleh Polda Sumut para tersangka dikenai Pasal 160 subsider 175 jo Pasal 55 serta Pasal 56 KUHP tentang penghasutan dan/atau melakukan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan dan atau turut serta melakukan, menyuruh melakukan, membantu terjadinya tindak pidana. Para tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara. Pasal tersebut dinilai tepat di terapkan sehingga menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi dan LBH Ansor Sumut akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas siapa aktor intelektual dalam permasalahan ini,”tegas Bismar.

Bismar mengatakan sebaiknya Kesbangpol Sumut bersama Kemenag Sumut melakukan pembinaan terhadap ormas islam yang ada di Sumatera Utara.

“Yang kita perlukan di Sumatera Utara yaitu ormas islam yang bermanfaat dan rahmatan lil ‘alamin menuju Negara jaya islam yang benar,”ucap Bismar.

Disinggung mengenai oknum pelaku yang memakai baju tagar ganti presiden, Ketua PW LBH Ansor Sumut menjawab itu hak mereka akan tetapi jangan memaksakan pilihan yang menurut penafsiran mereka lebih baik pilihannya.

“Intinya jangan menuhankan capres manapun. Dan juga jangan sampai melanggar hukum tanpa mempertimbangkan sanksi hukum yang berlaku di negara ini sebaiknya kita bijak. Anak dan istri masih menunggu dirumah bukan “pilihan mu” yang menunggumu dirumah dan pergunakan cara cara yang elok dan sesuai aturan hukum yang berlaku itu saja dalam memperjuangkan suatu pilihan pilpres,”kata Bismar. [sal]

Apa Tanggapan Anda?