Home / NEWS / Tipikor Poldasu Geledah Kantor Perizinan Terpadu Sumut

Tipikor Poldasu Geledah Kantor Perizinan Terpadu Sumut


GELEDAH. Tim penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Resor Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Pemerintah Propinsi Sumut, Rabu (6/9/2017).

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Tim penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Resor Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Pemerintah Propinsi Sumut, Rabu (6/9/2017).

Penggeledahan dilakukan, sebagai kelanjutan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Putu Yudha berkeyakinan, ada pelaku lain yang bermunculan dalam praktik pungli di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Pemprov Sumut tersebut.

“Saat ini petugas masih mencari dokumen dalam kasus operasi tangkap tangan keterkaitan pungli terhadap pemohon untuk pembangunan perizinan air bawah tanah di Sumatera Utara,” ujar Putu Yudha, Rabu (6/9/2017).

Sejauh ini sambungnya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk meringkus pelaku lainnya.

Baca Juga:  Langgar Surat Edaran Wali Kota, Sejumlah Kafe dan Tempat Hiburan Ditindak

“Ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini. Sebab, jabatan tersangka hanya sebagai staf di salah satu bidang. Keterlibatan oknum lain yang memiliki kewenangan menyangkut tugas tersangka terus kita dalami” tambahnya.

Pelaku yang diringkus adalah Khairri Rozzi Nasution (35), diketahui menjabat sebagai staf di Bidang Pelayanan dan Perizinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial di dinas tersebut.

Dia diringkus pada Kamis (31/8/2017). Hingga saat ini, oknum tersebut masih ditahan dan menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut.

Khairri Rozzi Nasution diciduk Tim Saber Pungli Polda Sumut saat berada di kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim sekira pukul 17.00 WIB.Ia diduga melakukan pungli pengurusan izin air bawah tanah kepada pemohon, PT Bilah Plantindodan PT Pangkatan Indonesia.

Untuk pengurusan tersebut, pelaku meminta uang yang tidak sepatutnya dilakukannya senilai Rp 8,5 juta. Dari tangannya petugas menyita sejumlah barang bukti berupa, delapan eksemplar dokumen pengusulan izin air bawah tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia dan delapan eksemplar dokumen izin air bawah tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia.

Baca Juga:  [video] Banjir Tebing Tinggi Hari Ini

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [buwas]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up