Home / NEWS / Tipu Kepala Sekolah, Anggota KPK Gadungan ini Ditangkap di Medan

Tipu Kepala Sekolah, Anggota KPK Gadungan ini Ditangkap di Medan


KPK GADUNGAN.Unit Reskrim Polsek Delitua meringkus seorang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Medan. Pelaku bernama Aryanto ditangkap setelah menipu Darman Jaya, seorang Kepala Sekolah di Medan.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Unit Reskrim Polsek Delitua meringkus seorang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Medan. Pelaku bernama Aryanto (37) ditangkap setelah menipu Darman Jaya, seorang Kepala Sekolah di Medan.

“Pelaku yang merupakan mantan murid korban menipu korban terkait persoalan dana Bos,” kata Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna dalam keterangan persnya Senin (6/3/2017).

Wira menjelaskan kasus pelaku datang menemui korban dan mengaku sebagai anggota KPK dengan menunjukkan lencana serta kartu pengenal KPK.

“Korban meminta tolong kepada pelaku agar mengusut dana BOS yang belum cair kepada pihak sekolah SD Darma,” ujarnya.

Setelah itu, pelaku menyanggupi permintaan dari korban. Pada Juli 2016, pelaku meminta uang kepada korban Rp 1 juta. Sedangkan pada Agustus 2016, pelaku meminta uang lagi sebesar Rp 2,5 juta.

Baca Juga:  Akhyar: Waspada Transmisi Lokal Penyebaran Covid-19

“Tiga hari kemudian pelaku kembali meminta duit sebesar Rp 10 juta. Pelaku meminta uang tersebut sebagai untuk uang transport dan biaya hotel anggota KPK,” terang Wira.

Namun, setelah menerima uang tersebut, pelaku ‘menghilang’. Sementara, korban berusaha menghubungi pelaku namun tidak berhasil. Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Delitua.

“Korban melaporkan kejadian ini pada awal bulan ini. Kemudian kita tindak lanjuti dan pada Jumat 3 Maret kita berhasil menangkap pelaku,” tutur Wira.

Dari tangan pelaku, polisi menyita selembar bukti penyerahan uang, dua lembar slip bukti transfer, sebuah lencana KPK dan sebuah kartu tanda pengenal KPK.

“Kita masih melakukan pendalaman atas kasus ini karena kemungkinan masih ada korban lainnya,” ujar Wira

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP. “Ancamannya lima tahun penjara,” pungkas Wira. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up