‘Tuah’ Syamsul Arifin Dukung Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut?

659
Kebersamaan antara pasangan calon gubernur Sumut, Djarot-Sihar bersama tokoh masyarakat Syamsul Arifin pada acara memasuki rumah baru Djarot Saiful Hidayat di Medan, Kamis (1/3/2018).

 

“Dalam politik tidak ada yang terjadi secara kebetulan.
Jika itu terjadi, anda dapat bertaruh hal itu pasti direncanakan”
– Franklin D. Roosevelt.

Oleh: Dedy Ardiansyah | Pemimpin Redaksi edisiMedan.com

Syamsul Arifin dan Djarot Saiful Hidayat dalam beberapa kesempatan selalu bersama. Keduanya terlihat begitu akrab. Adakah ini sebuah kebetulan, ataukah sebuah sinyal Syamsul Arifin ‘menurunkan’ tuahnya kepada Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut 2018?

Untuk menguji pendapat Franklin D. Roosevelt, satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan itu, kita perlu mencermati unsur ‘kebetulan’ antara Syamsul Arifin dan Djarot Saiful Hidayat ini.

Soalnya, intensitas kedekatan Syamsul Arifin dengan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut ini, memang ada yang kebetulan diciptakan oleh alasan politik, tapi ada pula unsur invisible hand, atau kebetulan yang direncanakan oleh-Nya, Yang Maha Kuasa.

Secara politik, unsur kebetulan pertama adalah, karena kedekatan antara Megawati dengan Syamsul Arifin. Ketika pengumuman pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur PDI Perjuangan medio Januari lalu, Megawati secara terbuka menyebut nama Syamsul Arifin.

Megawati mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Syamsul Arifin. Ketika itu Megawati menjabat sebagai Presiden dan Syamsul Arifin masih menjabat sebagai Bupati Langkat, sebelum akhirnya terjerat kasus korupsi saat terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Saking dekatnya, Megawati bahkan menjuluki Syamsul Arifin ‘Abang Hidung Gede’.

“Saya ini kenal baik sama Gubernur…., saya panggilnya ‘Abang Hidung Gede. Namanya Syamsul Arifin. Dia itu sebenarnya orang yang sangat produktif. Waktu itu dia Bupati Langkat, Saya Presiden. Kalau ada pemberian award, selalu dia masuk. Sampai saya bilang, ‘kamu-kamu lagi, bosanlah saya’. Sampai begitulah kedekatan kami,” kata Megawati dalam pidato pengumuman pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur PDI Perjuangan 6 Januari 2018.

Meski kemudian Syamsul tersandung masalah hukum, Megawati mengaku merasa prihatin.

“Kenapa toh, padahal dia berbuat baik. Itu menurut saya,” sambung Megawati dalam pidatonya.

‘Kebetulan’ politik selanjutnya, publik Sumatera Utara mengetahui betul hubungan Syamsul Arifin dengan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) selama ini tidak berjalan harmonis. Tidak pada Edy, tapi keluarga besar Ijeck.

Pasalnya, ketika menjabat sebagai Gubernur, Syamsul pernah berkonflik dengan Rahmat Shah dan Maherban Shah. Dua nama itu tak lain adalah Paman Ijeck, yang paling keras bersuara soal dugaan korupsi yang dilakukan Syamsul Arifin. Sampai akhirnya, Syamsul Arifin ditangkap KPK dan divonis 2,5 tahun penjara dalam kasus korupsi.

[BACA HALAMAN SELANJUTNYA: INVISIBLE HAND]

Apa Tanggapan Anda?