Home / PROFIL / Tukang Sebar Brosur Itu, Kini Menjadi Sosok Paling Berpengaruh di Asia

Tukang Sebar Brosur Itu, Kini Menjadi Sosok Paling Berpengaruh di Asia


Novita Rumngangun

Kesuksesan bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Dibalik kesuksesan itu pasti ada kerja keras, keuletan, ketekunan dan niat yang besar dalam meraih kesuksesan. Begitu pula kisah sukses yang diraih Novita J Rumngangun di dunia industri asuransi.

Saat ini, nama Novita sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Apalagi, wanita kelahiran Medan, 20 Juli 1970 ini, awal Agustus lalu dinobatkan sebagai Asia’s 50 Women Leaders Award 2016 alias 50 wanita paling berpengaruh Asia di ajang 7th CMO Asia Awards for Excellence in Branding and Marketing.

Dijuluki sebagai salah satu pemimpin wanita terbaik di Asia merupakan prestasi luar biasa dan sangat membanggakan. Lebih luas lagi,  sebuah prestasi atas keuletan seorang perempuan Asia yang seringkali kurang terwakili dalam peran kepemimpinan.

BACA JUGA
Novita Rumngangun Sabet Gelar Asia’s 50 Women Leaders Award 2016

Untuk lebih mengenal sosok Nona, panggilan kecil Novita, redaksi EdisiMedan.Com berkesempatan menemui beliau di tengah kesibukannya sebagai Chief Marketing Officer Manulife Indonesia.

Akhir pekan lalu, Novita sengaja meluangkan waktu ke Medan untuk berbagi pengalaman tentang penghargaan yang baru saja diraihnya.

Baca Juga:  Kisah Fransiskus yang Diselamatkan "Gurita" Danau Toba
Novita saat bertemua wartawan di Medan, Jumat (19/8/2016)
Novita (kiri)  saat bertemu wartawan di Medan, Jumat (19/8/2016)

“Bagi saya Kota Medan sangat spesial karena saya lahir dan dibesarkan di sini. Karena itu terimakasih untuk dukungan rekan-rekan wartawan di Medan,” tutur Novita yang saat bersamaan dengan kedatangannya di Medan membatalkan jadwal kerjanya ke Hongkong.

Untuk diketahui,  putri pasangan Hanafiah Rumngangun dan Siti Asni Pohan ini, menghabiskan masa kecil dan menamatkan bangku pendidikan dasar SD hingga SMP di salah satu perkebunan di daerah Pabatu, Tebingtinggi.

Novita kemudian menamatkan kuliahnya di jurusan Hubungan Internasional Universitas Jayabaya dan mengambil  gelar Master of International Relations di University of Queensland, Australia.

Menurut Novita, deretan prestasi yang diraihnya saat ini bukan datang begitu saja. Tapi merupakan buah pengalamannya selama 20 tahun berkarir di industri asuransi.

“Saya memulai karir di dunia asuransi dari nol. Mulai dari agen, bahkan menyebarkan brosur produk-produk asuransi,” ujar Novita.

Di awal karirnya berkecimpung dalam dunia asuransi, banyak orang yang memandangnya sebelah mata. Apalagi 20 tahun lalu, belum banyak orang yang mengenal apa itu asuransi.

Baca Juga:  Swurf Band Talen Medan Rilis Lagu Perdana

Tapi Novita pantang mundur. Justru dia memfokuskan diri pada dunia yang menurut publik itu masih asing. Hebatnya lagi, Novita sama sekali belum pernah bekerja di industri lain. Dirinya selama 20 tahun terakhir, secara total mengabdi pada dunia asuransi.

Meski harus pindah-pindah perusahaan, tekadnya tetap kuat untuk mengabdi. Baginya, industri asuransi mengajarkan dirinya sebagai manusia sosial, memahami dan mengerti arti sebuah kehidupan.

Ini tak terlepas sebuah pengalaman yang dirasakannya langsung. Bagaimana ketika perusahaan tempat dia bekerja, memberikan santunan pada sebuah keluarga yang kehilangan kepala rumah tangga.

“Ketika itu, istrinya bingung harus bagaimana. Sementara dia punya anak yang masih berusia 3 bulan. Dia tidak tahu kalau suaminya ikut asuransi. Begitu klaim asuransinya dibayar, ibu itu merasa sangat bersyukur karena masa depan pendidikan anaknya sudah ditanggung asuransi. Sejak saat itu, motivasi saya untuk berkarya di dunia asuransi semakin kuat. Bagi saya asuransi ini bukan hanya sebuah industri, tapi juga sebuah wadah sosial yang bisa memberikan kebaikan bagi manusia,” tutur Novita.

Baca Juga:  Sylvi Dhea: "Sebarkan Ilmu Walau Seujung Kuku"

Soal keberhasilan menyabet penghargaan Asia’s 50 Women Leaders, Novita harus bersaing dulu dengan 350 finalis yang terdiri dari para ahli pemasaran profesional dari berbagai industri yang berbeda di 11 negara Asia, termasuk Australia.

Tak ayal, prestasi ini menjadikan Novita sebagai satu-satunya pemenang dari industri asuransi dan orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan tersebut. Sebuah pengakuan atas kontribusinya di bidang branding dan marketing.

Novita percaya, putra-putri terbaik Indonesia akan banyak yang meraih prestasi jika mendapat kesempatan. Sebab itu, dia mendorong siapapun agar mengeksplorasi kemampuannya dan jangan pernah takut gagal.

Baginya, dedikasi, loyalitas dan kepercayaan diri dalam bekerja merupakan motto hidupnya dalam merengkuh prestasi.

“Saya beruntung karena darah Medan yang mengalir di tubuh saya demikian kuat. Ini membentuk dan melahirkan karakter positif di lingkungan tempat saya bekerja,” pesan Novita yang menegaskan kesediaannya untuk diundang dalam memberikan motivasi bagi komunitas di Medan secara cuma-cuma. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA->]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up