Home / SUMUT / Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19, NGO Surati Gubsu

Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19, NGO Surati Gubsu


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Upaya untuk mendapatkan informasi anggaran dan kebijakan yang dilakukan kepada Pemerintah Provinsi sampai saat ini juga belum mendapatkan repson dan pelayanan yang baik. Sehingga dalam pelaksanaanya, pengelolaan anggaran penanganan pandemi COVID 19 oleh Pemerintah Sumatera Utara bisa dikatakan belum disertai dengan keterbukaan informasi dan transparansi anggaran yang memadai. Sehingga masyarakat yang menjalankan fungsi pengawasan sosial kesulitan dalam mengakses informasi. 


Diketahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada April 2020 yang lalu telah menetapkan kebijakan untuk me-recofusing atau memfokuskan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun dari APBD 2020 untuk percepatan penanganan  dampak COVID-19 di Sumut, khusus dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi dengan skema pengeluaran anggaran dilakukan tiga tahap yakni tahap pertama April-Juni Rp 502,1 miliar, tahap kedua Juli-September Rp500 miliar dan tahap ketiga Oktober-Desember Rp 500 miliar. 

Baca Juga:  HUT RI ke 69, 6 Napi Lapas Rantauprapat Bebas


Surya Dermawan, Peneliti Sahdar mengatakan dibalik besarnya anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah belum diikuti dengan keterbukaan terhadap akses Ketidaktransparan tersebut berpotensi besar menjadi celah bagi pemburu rente untuk mengambil keuntungan dikala kesulitan yang dihadapai oleh masyarakat. Lebih lanjut tertutupnya informasi terhadap kebijakan penanganan pandemi di Sumut kami duga akan berpotensi menimbulkan ruang bagi penyalahgunaan kewenangan dan atau bahkan tindakan koruptif, mengingat besarnya jumlah anggaran yang di alokasikan terkait COVID-19. 
“Sumatera Utara memiliki riwayat sebagai Provinsi dengan angka korupsi pada sektor Pengadaan Barang Jasa (PBJ) bidang kesehatan yang tertinggi di Indonesia, belum lagi problem korupsi penyaluran bantuan sosial yang melibatkan banyak pihak yang sampai saat ini belum juga selesai,” katanya pada Rabu (29/7/2020)

Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya korupsi selama penagangan pandemic COVID-19, pihaknya mendesak Pemprov Sumut membuka ruang  seluas luasnya terhadap informasi dan dalam penggunaan anggaran penanganan COVID-19. Seperti informasi rincian penggunaan anggaran, jenis-jenis belanja yang sudah dilakukan baik di bidang kesehatan (alat kesehatan) dan bidang sosial (bantuan sosial), nilai anggaran untuk masing-masing belanja tersebut, metode pengadaan barang/jasa, pihak penyedia barang/jasa, jumlah distribusi barang yang telah dilakukan, waktu dan lokasi pendistribusian barang, serta hibah yang diterima oleh Pemprov Sumut.

Baca Juga:  Pemko Medan Pertimbangkan PSBB & Cluster Isolation Atasi Covid-19

“Maka melalui surat yang kami sampaikan ke Gubernur Sumatera Utara, kami masyarakat sipil yang terdiri dari SAHdaR, LBH Medan, FITRA SUMUT dan KONTRAS SUMUT  mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk mempublikasi informasi penggunaan anggaran COVID-19 di SUMUT baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat, APBD Provinsi, Bantuan Pihak Ketiga/Swasta, secara berkala dan terupdate baik melalui Website Resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun dengan mengunakan Media Sosial, Media Massa maupun Baliho dan media-media informasi yang mudah diakses semua kalangan masyarakat,” ungkapnya. 


Lanjutnya pihaknya mendesak menyajikan informasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19 dengan terperinci yaitu besaran alokasi anggaran yang telah diterima oleh setiap institusi pemerintah,  jenis dan nilai belanja yang sudah direalisasikan baik di bidang kesehatan (alat kesehatan) , jumlah, lokasi, waktu dan jenis bantuan yang telah distribusikan. 
Kemudian  menginformasikan dokumen seluruh Pengadaan Barang/Jasa terkait penangangan COVID-19 yang didalamnya meliputi identitas pihak penyedia barang/jasa, metode pengadaaan, jenis pengadaan dan pagu anggaran 
 Begitu juga memerintahkan kepada seluruh Jajaran Instansi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk tidak mempersulit masyarakat  yang meminta informasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19.

Baca Juga:  UN SMP di Sumut TA 2016 Diikuti 273.187 Siswa


Tambahnya mendesak menggunakan anggaran penangangan COVID-19 dengan efektif, efisien, transparan dan akuntabel. (Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up