Home / BISNIS / Turunnya NPL Dibalik Euforia Pencapaian Laba Bank Sumut Dikritik

Turunnya NPL Dibalik Euforia Pencapaian Laba Bank Sumut Dikritik


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Direksi PT Bank Sumut diingatkan agar terus meningkatkan profesionalisme kerja. Saat ini kinerja direksi dinilai belum mumpuni. Penilaian ini disampaikan salah seorang anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara, Muslim Simbolon. Bahkan dalam beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP), Muslim menilai jajaran Direksi PT Bank Sumut gagal.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN),  penyertaan modal sebesar Rp78 miliar yang tidak bisa dipergunakan oleh PT Bank Sumut menjadi bukti kegagalan tersebut, meski anggarannya sudah tercantum dalam R-APBD 2017 setelah terganjal Peraturan Daerah (Perda). Alhasil, penyertaan modal itu terpaksa dicantumkan lagi dalam APBD 2017.

Pada RDP yang digelar di DPRD Sumut, Senin (6/2/2017) lalu,  Muslim Simbolon secara terang-terangan mengatakan seharusnya Direksi PT Bank Sumut merasa malu untuk hadir karena tidak bisa menggunakan anggaran tersebut.

Ironisnya, di samping persoalan itu, Muslim juga kembali membeberkan berbagai masalah yang tengah dihadapi oleh PT Bank Sumut, termasuk laba maupun penurunan Non Performing Loan (NPL).

Baca Juga:  Bank Sumut Raih Infobank SLE Award 2020

Untuk itu, sebagai wakil rakyat yang membidang keuangan, ia juga mengingatkan  Dirut dan jajaran Dewan Komisaris PT Bank Sumut agar jangan memberikan angin surga kepada Gubsu HT Erry Nuradi, dengan mengaku seolah-olah kinerja bank plat merah tersebut telah sukses menekan NPL menjadi 4,68%,  serta pencapaian laba bruto (unaudited) yang mampu menembus Rp815,8 miliar pada tahun 2016.

“Kita melihat kinerja jajaran Direksi PT Bank Sumut telah gagal, sebab peningkatan laba maupun penurunan NPL bukan dikarenakan kehebatan kinerja jajaran Direksi, tapi dikarenakan diadakan “write off” (penghapus bukuan) sebesar Rp325 miliar yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu,” tuding Muslim Simbolon kepada wartawan, Rabu (8/2/2017).

Perlu diketahui, kata Muslim, jika PT Bank Sumut pada saat itu tidak melakukan “write off”, NPL-nya atau kredit bermasalahnya tetap tinggi mencapai 7 % lebih, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Perbankan kebanggaan Sumut itu  bisa menurun dan tentunya akan mempengaruhi sistem operasionalnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kepatuhan, PT Inalum dan Kejagung Jalin Kerjasama Pendampingan Hukum

“Jadi pencapaian laba serta menurunnya NPL bukan keberhasilan jajaran Direksi PT Bank Sumut seperti yang disampaikan Dewan Komisaris Rizal Fahlevi yang didampingi Komisaris Independen Brata Kesuma, Komisaris Hendra Arbie dan Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto kepada Gubsu,” tegas Muslim Simbolon.

Bahkan Muslim mempertanyakan kinerja jajaran Direksi PT Bank Sumut yang terkesan kurang mampu menurunkan NPL pada tahun 2016 tanpa melakukan write off. Karena harus diketahui, tingginya NPL merupakan salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja fungsi bank, diantaranya sebagai lembaga intermediary atau penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.

“Kalau jajaran direksi hanya mampu menekan NPL dengan cara melakukan write off, tentunya siapapun tahu. Seharusnya Gubsu untuk lebih jeli melihat kinerja jajaran Direksi maupun Dekom PT Bank Sumut, agar BUMD Sumut ini benar-benar bisa eksis. Gubsu harusnya lebih selektif menerima laporan jajaran Dekom dan Dirut PT Bank Sumut, sebab lembaga legislatif dan eksekutif ingin menjadikan keberadaan PT Bank Sumut ini menjadi  bank yang paling baik se-Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemeriksaan Lanjutan KPK di Mako Brimob, Anggota DPRD Sumut Kompak Aksi Diam

Sementara itu, Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Ahmad Ibrahim Hutasuhut secara gamblang menegaskan, bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab permasalahan di Bank milik Provinsi Sumatera Utara itu.

“Komunikasi Dirut yang buruk menyebabkan tidak masuknya setoran modal tahun 2016, selain dari ketidakpedulian Pemprovsu dalam meningkatkan peran dan kinerja Bank Sumut terhadap pembangunan ekonomi daerah” tandasnya singkat.‎ [wan]

Terkait


Berita Terbaru