Home / NEWS / Uang Rp 346 Juta dalam Kardus Indomie Jadi Bukti Suap Bupati Batubara

Uang Rp 346 Juta dalam Kardus Indomie Jadi Bukti Suap Bupati Batubara


KONPRES. Dua pimpinan KPK Alexander Marwata (kanan) dan Basaria Panjaitan menggelar konfrensi pers terkait OTT di Kabupaten Batubara di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017) petang. [Foto: kumparan]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – KPK menggelar konfrensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Batubara di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017) petang.

Dua pimpinan KPK Alexander Marwata dan Basaria Pandjaitan hadir dengan memberikan kronologi OTT yang dilakukan KPK, Rabu (13/9/2017) siang kemarin di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Dalam keterangannya, Alexander Marwata mengatakan, dalam OTT itu ada 8 orang yang ditangkap.

Delapan orang tersebut adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar serta Sujendi Tarsono (swasta, pemilik diler mobil di Medan).

Sementara tiga lainnya berinisial MAS, KHA, MNR merupakan sopir istri dari bupati dan kontraktor.

Dari delapan orang yang dibawa tersebut, KPK akhirnya resmi menetapkan 5 tersangka, yakni Bupati OK Arya, Helman Herdadi, Sujendi Tarsono dan Syaiful Azhar, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Baca Juga:  PT Pos Rantauprapat Fungsikan Loket Pembayaran Paspor

Dari hasil penyidikan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain tersangka penerima suap terkait sejumlah fee pada dinas di Pemerintah Kabupaten Batubara. Bupati, Sujendi Tarsono dan Helman Herdadi diduga bersama-sama sebagai pihak yang menerima suap,

Sementara Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar ditetapkan penyidik sebagai tersangka pemberi suap.

Menurut Alex, penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK melakukan gelar perkara dan menemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi. Diduga telah terjadi suap terkait pembangunan infrastruktur pada Pemkab Batubata tahun anggaran 2017.

Dugaan korupsi ini terungkap pada saat KPK melakukan OTT pada Rabu (13/9/2017). Pada saat penangkapan, tim KPK menemukan bukti uang sebesar Rp 346 juta dalam kardus Indomie. Namun diduga ada total fee sebesar Rp 4,4 miliar terkait hal tersebut.

BERITA TERKAIT
Dari OTT Bupati Batubara, KPK Sita Uang Satu Kardus Indomie

Baca Juga:  Benarkah Kontrak Politik Bupati Aceh Singkil Sebagai Pemicu Konflik?

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, OK Arya, Sujendi, dan Helman disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Maringan dan Syaiful disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up