Home / / UMKM Binaan BI Sumut Mampu Bertahan Di Pandemi

UMKM Binaan BI Sumut Mampu Bertahan Di Pandemi


EDISIMEDAN.com, MEDAN– Selama merebaknya pandemi Covid-19, UMKM binaan Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hanya mengalami penurunan penghasilan/produksinya saja.

Akan tetapi, berkat adanya bantuan maupun sokongan dari BI Sumut, para pelaku UMKM tersebut ternyata mampu bertahan dari kebangkrutan ataupun gulung tikar.

“Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor, termasuk penghasilan maupun produksi dari para UMKM kita. Namun hingga saat ini, tidak ada satupun UMKM binaan BI Sumut yang mengalami kebangkrutan, “tegas Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo saat menggelar Bincang Bareng Media (BBM) dengan para awak media via zoom meeting, Selasa (24/08) kemarin.

Selain menjabarkan kondisi UMKM binaan BI Sumut, Soekowardojo juga menjelaskan tentang kondisi Covid-19 di Provinsi Sumut. Di mana terangnya, berdasarkan asesmen Kemenkes per 23 Agustus 2021, situasi Covid-19 di Sumut berada pada level 3.

Baca Juga:  CafĂ© Kolam Garden Binjai Saingi Sky Garden, Lokasi Ngopi Tercun

“Peta persebaran risikonya masih sedang hingga tinggi.
Daerah dengan risiko tinggi antara lain Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Tapanuli Utara, Samosir, Asahan dan Labuhanbatu. PPKM Darurat dan disiplin prokes
diharapkan dapat mendukung penurunan kasus secara signifikan di Sumut, “ungkapnya.

Secara nasional, tingkat capaian vaksinasi Sumut masih di bawah nasional. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan proses vaksinasi hingga
dapat mencapai tingkat herd imunity 70%.

“Pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai lokasi di Sumut berkolaborasi dengan Forkopimda merupakan upaya yang ditempuh
oleh Pemerintah untuk mengejar percepatan target vaksinasi, “sebut Soekowardojo.

Kata Soekowardojo lagi, dampak PPKM terhadap perekonomian Sumatera Utara juga dialami terhadap tenaga kerja di Sumut. Di mana, berdasarkan data Sakernas BPS, diperoleh estimasi tenaga kerja yang rentan terdampak di 4 sektor utama (PBE, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi, dan Industri Pengolahan) sebanyak 182 ribu orang.

Baca Juga:  Axiata Buktikan Kehandalan Jaringan Data di Pekanbaru

“Tenaga kerja (TK) yang terdampak tersebut akan menjadi tanggungan program Jaring Pengaman Sosial Daerah (Bansos Provinsi), “tutupnya. (red)

Terkait


Berita Terbaru