Unpab Wisuda 1218 Lulusan, Rektor: Tahun 2033 Universitas Pembangunan Panca Budi menuju World Class University

    60

    EDISIMEDAN.COM, MEDAN-8 lulusan Program Pascasarjana (PPs), sarjana dan diploma Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) diwisuda di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan yang digelar 2 hari pada Jumat (6/9) dan Sabtu (7/9).

    Wisuda yang dipimpin Rektor Unpab, Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM itu berlangsung sukses dimana para wisudawan mengikuti semua proses wisuda kelulusan itu sampai akhir.

    Dalam kata sambutannya, Rektor Unpab, Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM mengucapkan selamat kepada para wisudawan serta keluarga dan mengatakan turut bangga dengan prestasi yang telah dicapai dan telah membuktikan bisa menyelesaikan perkuliahan.

    “Selamat dan Sukses kepada para Wisudawan serta keluarga dan turut bangga dengan prestasi yang telah Saudara capai dan telah dibuktikan hari ini. Kami mengharapkan kepada Saudara untuk mengamalkan ilmu dalam profesi Saudara masing-masing secara lebih bertanggungjawab dan berkualitas,” katanya.

    Lanjutnya, ia meminta kepada wisudawan yang telah menjadi keluarga besar Alumni Unpab untuk menjaga nama baik almamater di tengah-tengah masyarakat, dan image baik tersebut akan terbawa dan melekat pada diri wisudawan.

    “Belajarlah terus sepanjang hayat, almamater selalu menanti anda dengan turut menyampaikan ide-ide dalam membesarkan nama Unpab, capailah gelar yang lebih tinggi lagi. Saudara sebagai alumnus Unpab harus menjadi agen perubahan bangsa ini dengan bekerja keras, jujur dan disiplin, lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri, mulai sekarang dan mulai dari yang mudah.

    Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan bahwa pihaknya baru saja memperingati hari yang cukup bersejarah yaitu Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74, dimana Presiden Joko Widodo menetapkan tema “Unggul SDM, Indonesia Maju”. Thema ini terinpirasi dari program besar Presiden Joko Widodo yang memfokuskan utama pembangunan pada pembenahan dan peningkatan mutu SDM di Indonesia dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia maju. Indonesia sudah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi.

    Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya. Bahkan, fakta-fakta perubahan itu masih sering diperdebatkan. Making Indonesia 4.0 mencerminkan kesungguhan negara sedang beradaptasi dengan ragam perubahan besar pada era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sekarang ini. Kewajiban negara pula untuk menyiapkan generasi milenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif sepanjang era Industri 4.0 itu.

    Sejalan dengan hal diatas dan berdasarkan Milestone Universitas Pembangunan Panca Budi, dimana dalam milestone tersebut telah ditetapkan bahwa pada tahun 2033 Universitas Pembangunan Panca Budi menuju kepada World Class University dalam mengusung visi menjadi perguruan tinggi swasta yang terkemuka berbasis religius dalam mengembangkan IPTEK yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

    “Dalam mewujudkan hal tersebut maka salah satunya dalam Renstra Universitas Pembangunan Panca Budi melakukan perkuatan terhadap Profesional Dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dan mengawal hasil proses tridharma terutama hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan meningkatkan profesional dosen dalam melaksanakan Tridharma PT, maka dapat digambarkan pada masa itu UNPAB diharapkan dapat mensejajarkan diri dengan beberapa universitas kelas dunia baik yang ada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri, terutama mampu bersaing dalam Era Revolusi Industri 4.0,” ungkapnya dihadapan ribuan wisudawan yang pertama di tahun 2019 ini.

    Untuk mendukung program pemerintah dan juga turut serta dalam mempersiapkan generasi milenial dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, dikatakannya Universitas Pembangunan Panca Budi juga wajib memberikan sumbangsih pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda kedepannya. Oleh karena itu pihaknya mengusung thema Wisuda kali ini adalah ”Membanhun Sarjana Unggul Dan Berkebangsaan Di Era Generasi Milenial”.

    Unpab dalam mempersiapkan Sarjana Unggul dan Berkebangsaan di era Milenial ini. Ada beberapa langkah yang dilakukan perubahan secara komprehensif kepada seluruh sendi proses akademik antara lalu yakni pertama, Universitas Pembangunan Panca Budi telah melakukan perubahan Kurikulum Konvensional kepada Kurikulum KKNI. Kurikulum ini lebih menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan praktikal keilmuan yang berbasis pada Study Kasus atau Study Lapangan. Kedua, mempersiapkan tenaga pengajar yang mampu menterjemahkan kebutuhan generasi milenial. Ketiga, mempersiapkan tempat bermain bersama antara Mahasiswa dan Tenaga Pengajar untuk sama-sama bersinergi dalam mengembangkan hasil pengausaan ilmu pengetahuan yang dituangkan kedalam aplikatif keilmuan yang dapat dipergunakan dan bermanfaat buat masyarakat.

    Selanjutnya keempat, dikatakanya tidak kalah pentingnya, disaat para sarjana mulai menggeliat dan mampu bersaing secara global, pembekalan etika dan wawasan pertahanan terhadap keutuhan bangsa, Unpab juga menyiapkan generasi unggul milenial harus mampu berfikir nasionalisme yang tinggi dalam rangka mempertahankan eksistensi Indonesia di mata dunia. Kelima, Universitas Pembangunan Panca Budi yang memproklamirkan diri sebagai Kampus Tamadun Mandiri, memiliki tanggung jawab kepada generasi milenial untuk tidak melupakan kekuatan kebudayaan dan kearifan lokal sebagai dasar untuk mampu bersaing secara internasional.

    “Inilah langkah-langkah besar yang dipersiapkan oleh Universitas Pembanguna Panca Budi dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membangun SDM yang unggul serta memiliki daya saing tinggi dsan mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin dalam bingkai kebangsaan yang kuat serta mengkedepankan kebudayaan sebagai basis untuk menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.

    Sejalan dengan itu, Ketua Yayasan Prof.Dr. H. Kadirun Yahya, Dra Hj. Yasmin Siti Khadijah mengatakan
    memasuki era digitalisasi 4.0 dimana diperkirakan tahun 2030 sekitar 2 milyar pegawai di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan akibat Penomena Perkembangan Zaman. Berita baiknya adalah akan ada pekerjaan-pekerjaan baru yang tidak dikenal 10-20 tahun yang lalu, hilangnya berbagai pekerjaan tersebut karena digantikan teknologi canggih. Otot diganti robot, kuli diganti forklift dan crane. Pekerjaan penjaga pintu toll, tukang pos, pustakawan, supir taksi, kasir, loper koran, commercial pilots dan lain-lain akan digantikan oleh sistem teknologi digital, termasuk pekerjaan dokter dan tenaga kesehatan juga bisa menggunakan smart phone. Dan bahkan akuntan juga akan berkurang jumlahnya karena digantikan sistem layanan data terintegrasi dengan teknologi.

    Lalu bagaimana dengan dunia Pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi? Kampus akan menjadi EO (Event Organizer) saja, yaitu mengorganisir Dosen-Ilmuan dari berbagai belahan dunia untuk memberikan layanan pengembangan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa, Oleh sebab itu paradigma pendidikan tinggi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

    “Pekerjaan-pekerjaan baru tersebut antara lain, blogger, web developer, apps developer/ creator, drone operator, big data analyst seperti yang digunakan pebisnis traveloka, go jek, go food dan lain-lain, cyber troops, cyber patrol, cyber crime specialist, game developer, smart control room operator, medical sonographer, social entrepreneur, fashionista and ambassador dan sebagainya yang berbasis teknologi digital,” ungkapnya.

    Dengan ini ditegasnya, Metode pengajaran harus berubah, tidak hanya mengejar kurikulum dan isi. Cara pengajaran harus relevan dengan konteksnya dan mengembangkan cara berpikir Kreatif dan Inovatif, Meningkatkan Literasi Data, Literasi Teknologi dan Literasi Manusia. Pelajari cara mengetahuinya dan tahu cara belajar.

    Penting juga dimiliki dan harus dipersiapkan bagi generasi saat ini dan akan datang adalah jiwa dan kemampuan Entrepreneur. Kalian harus jadi GPLK (Generasi pencipta Lapangan Kerja), bukan pencari kerja. Atau apapun jenis pekerjaan yang dilakukan, harus disertai dengan jiwa kewirausahaan, yaitu Melawan dan Tangguh, Kreatif, serta Inovatif.

    Adapun nama wisudawan terbaik di tahun ini yakni Sucipto Magister Ilmu Hukum mencapai IPK 4,00 anak dari Sumardi, Dwi Yuda Syaputra Magister Manajemen 3,85 anak Alm. H. M. Noer, Metha Novita WaruwuIl Ilmuukum 3,93 anak dari Martdin Waruwu, Lia Aulia Akuntansi 3,77 anak dari Muchtar, Rosmaini Manajemen 3,89 anak M. Arsyad , Habibah Wahyuni Ekonomi Pembangunan 3,87 anak Suparman, M. Fadillah Teknik Elektro 3,55 anak Isrul Tanjung, Agi Roansyah Yusda Peternakan 3,71 anak Sarwin Yusda
    , Rika Maria Agroteknologi 3,77 anak Sarin Abdi , Nurul Ichsani Purba Ilmu Filsafat 3,83 anak Mansyur Purba , Wasniar Pendidikan Agama Islam 3,93 anak Alm. Salim
    Dan Megawati D-III Perpajakan 3,98 anak dari Julianto.

    Sementara itu, disela-sela prosesi wisuda tersebut, Yayasan dan Rektor melakukan MOU dengan PT Golden Great Borneo yang dihadiri oleh Sucipto, kemudian MOU dengan Pemko Tanjung Balai, Drs.H.Ismail. MOU ini terkait Pengembangan SDM dikedua belah pihak. (Mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?