Home / BISNIS / Vaksinasi Diprediksi Berdampak Pada Penguatan Pemulihan Ekonomi Global

Vaksinasi Diprediksi Berdampak Pada Penguatan Pemulihan Ekonomi Global


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Kinerja perekonomian global terus mengalami perbaikan. Hal ini terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi AS, Tiongkok dan sejumlah negara di kawasan Eropa yang semakin kuat.

Namun demikian, divergensi pemulihan ekonomi terlihat meningkat sejalan dengan kecepatan pemulihan ekonomi di negara berkembang yang tidak sekuat negara maju.
Di sisi lain percepatan vaksinasi global, peningkatan permintaan global dan berbagai stimulus kebijakan turut berdampak pada penguatan pemulihan ekonomi global.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Soekowardojo dalam sambutannya di Webinar nasional 2nd Sumateranomic Menakar Peluang Pemulihan dan Prospek Perekonomian Indonesia, Serta Regional Sumatera Tahun 2021, Kamis (15/07/2021).
Di mana pada triwulan I 2021, Indonesia mencatatkan perbaikan didorong oleh perbaikan kinerja ekspor dan belanja pemerintah. Namun sayangnya, konsumsi rumahtangga masih belum kuat dipengaruhi oleh kembali diberlakukannya pembatasan kegiatan dalam rangka pengendalian Covid-19.
“Adapun Indeks Harga Konsumen Juni 2021 mencatatkan inflasi 1,33%, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sbg dampak penurunan inflasi kelompok VF dan AP. Sementara untuk perekonomian Sumatera pada triwulan I 2021 tercatat membaik dengan kontraksi yg semakin kecil menjadi 0,86% (yoy), “terangnya.
Berdasarkan kondisi terkini, perekonomian Sumatera diyakini kembali pulih ke arah positif pada triwulan II-2021, didorong oleh penguatan di seluruh provinsi meskipun relatif terbatas. Penguatan ini dipicu dampak apresiasi harga komoditas dan permintaan global yang berpengaruh pada aktivitas ekspor. Hasil survei dan liaison Sumatera turut mengonfirmasi berlanjutnya perbaikan di seluruh lapangan usaha, “ungkap Soekowardojo lagi.
“Sehingga di tahun 2021, prospek ekonomi Sumatera secara keseluruhan tahun diperkirakan akan mengalami akselerasi dengan peluang adanya perbaikan harga komoditas utama dan disiplin Prokes dalam implementasi CHSE untuk mendorong kinerja MICE dan pariwisata domestik. Sementara risiko yg perlu diperhatikan adalah kembali meningkatnya kasus Covid-19, implementasi vaksin yang belum cepat, sehingga berdampak pada pelemahan permintaan domestic dan terhambanya pelaksanaan program pemulihan, “tutupnya.
Webinar itu turut dihadiri Plt Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Dr Ir Hasmirizal Lubis, Plt Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara, Ir Arief Sudarto Trinugoho, Kepala DPMPPTSP Provinsi Sumatera Utara, Ir Effendy Pohan, Kepala BPKAD Provinsi Sumatera Utara, Dr M Ismael P Sinaga, Ketua Dewan Riset dan Inovasi Sumatera Utara, Prof Dr Ir Darma Bakti, Guru Besar di Universitas Cornell dan Universitas Indonesia, Prof Iwan Jaya Azis, Chief Economist PT BCA, David Summual, para Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Indonesia, pengamat ekonomi serta awak media tersebut, Soekowardojo juga menjelaskan kondisi perekonomian global tersebut turut berlanjut ke level nasional. (red)
Baca Juga:  BEI Ajak Masyarakat Jadi  Whistleblower’
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up