Home / NEWSSUMUT / Wabup Karo : Tradisi Gotong Royong Mulai Pudar

Wabup Karo : Tradisi Gotong Royong Mulai Pudar


Pemkab Karo menyelenggarakan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XV di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kamis (31/5/2018) dengan mengambil thema “Dengan bulan bhakti gotong royong masyarakat ke XV dan hari kesatuan gerak PKK ke 46, kita gelorakan kerja gotong royong menuju kemandirian dan kesehjateraan masyarakat.

EDISIMEDAN.com, KARO- Meskipun tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas Indonesia dalam praktiknya mulai pudar ditengah-tengah masyarakat. Bahkan bukan hanya masyarakat, namun nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong semakin menjauh juga diantara penyelenggara negara.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kesadaran bergotong royong dalam kebersamaan. Pemkab Karo menyelenggarakan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XV di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kamis (31/5/2018) dengan mengambil thema “Dengan bulan bhakti gotong royong masyarakat ke XV dan hari kesatuan gerak PKK ke 46, kita gelorakan kerja gotong royong menuju kemandirian dan kesehjateraan masyarakat.

Pemukulan gong oleh Wakil Bupati Karo Cory Sebayang merupakan tanda resminya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ia mengatakan istilah gotong royong merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia sejak dahulu. Namun seiring perjalanan waktu dan masuknya pengaruh budaya luar yang sangat individual. Rasa kebersamaan dan gotong royong semakin memudar, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur.

Baca Juga:  Dana DSP Rp 76 Milyar Bermasalah? KPK "Turun Gunung" ke Karo

“Untuk itu marilah kita galakkan lagi budaya gotong royong masyarakat, hal ini sangatlah tepat untuk diterapkan dalam pembangunan Kabupaten Karo yang kita cintai ini,”ujar Cory.

Melalui bulan bhakti gotong royong, mari kita tingkatkan partisipasi keluarga dan semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan mandiri.

“Saya berharap kiranya peringatan ini dapat memberikan makna yang mendalam dalam berkiprah dan berkarya secara nyata dalam menyumbangkan dharma bhakti . Hal ini demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara untuk memperkokoh nilai budaya bangsa. Gotong royong perlu dilestarikan untuk memperoleh hasil guna yang optimal bagi pertumbuhan kesehjateraan kehidupan bermasyarakat. Bangkitkan semangat gotong royong ditengah-tengah kita, jangan cuek. Saling bertegur sapa, agar terjalin semnagat gotong royong ditengah-tengah kita,”ujarnya mengakhiri dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat-alat gotong royong seperti kereta sorong, cangkul dan sapu lidi kepada masyarakat desa dari perwakilan setiap kecamatan. [Anita]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up