Home / SUMUT / Wakil Bupati Kaget, Deliserdang Diklaim Penyumbang Terbesar Angka Putus Sekolah

Wakil Bupati Kaget, Deliserdang Diklaim Penyumbang Terbesar Angka Putus Sekolah


Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars saat hadiri Peresmian Program Desa Vokasi di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Rabu (3/8/2016).

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, mengaku kaget dengan klaim Kementrian Pendidikan RI yang menyebut daerahnya itu disebut sebagai penyumbang paling banyak putus sekolah.

Apalagi data tersebut disampaikan langsung Dirjen Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud, Dr Kastum MPd saat peresmian Desa Vokasi di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Rabu (3/8/2016).

“Kaget jika Desa Denai Lama terpilih menjadi desa vokasi karena banyak yang putus sekolah. Seharusnya dengan kartu pintar tidak ada lagi yang putus sekolah. Tahun depan saya berharap ada lagi desa vokasi tapi bukan karena drop out (putus sekolah),” tegas Zainuddin.

Walaupun demikian ia optimis bahwa dalam beberapa tahun kedepan Desa Denai Lama menjadi leader bagi desa desa yang ada di Deliserdang.

Hal ini terlihat dari banyaknya stake holder yang hadir dan serius untuk membangun Desa Denai Lama ditambah lagi program desa yang akan menjadi desa Go Internasional dengan Sportedu Village yang pada bulan depan akan dikunjungi dari berbagai negara Eropa untuk mempelajari wisata dan budayanya.

Baca Juga:  Ditampar Wanita dalam Mimpi, Motif Pria Asal Nias Tikam 10 Penumpang di Atas KM Belanak

BACA JUGA
Gubsu: “Jangan Ada Anak Gagal Sekolah karena Tak Ada Biaya”

“Dengan pemimpin-pemimpin orang muda yang energik dan visioner akan mampu menjadikan Deliserdang yang berkemajuan,” pungkas Zainuddin.

Sebelumnya, Dr Kastum MPd, menerangkan, ada 3 kategori desa yang terpilih menjadi Desa Vokasi yaitu, pertama di desa tersebut ada pejuang wanita, kabupaten lokasi desa tersebut memiliki angka putus sekolah dan desa tersebut penyumbang tenaga kerja terbanyak.

“Desa Denai Lama terpilih menjadi Desa Vokasi karena Deliserdang merupakan penyumbang terbanyak angka drop out (putus sekolah),” tegas Dr Kastum dihadapan Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars dan para tamu undangan.  Pernyataan Kastum ini pun membuat para tamu undangan tertunduk dan terdiam.

Meskipun begitu, Kastum berharap dengan adanya desa vokasi ini maka perekonomian masyarakat desa meningkat. “Desa vokasi ini merupakan kelanjutan dan terobosan program Gerakan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M),” ujar Kastum.

Baca Juga:  Utamakan Pelayanan, Bupati Karo Akan Ubah ‘Wajah’ Baru Disdukcapil

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Unimed Dr Kustoro Budiarta,  dalam paparan Programnya menyatakan bahwa,  LPM Unimed serius untuk melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakatyang putus sekolah untuk dapat produktif dan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat desa, karena Kecamatan Pantai labu merupakan kecamatan yang sudah 2 tahun di Bina Oleh LPM Unimed.

Selain itu LPM Unimed juga melakukan upaya untuk mendorong Desa Denai Lama menjadi “Kampung Digital” sehingga menjadi solusi bagi pemasaran secara online produk-produk yang dihasilkan oleh desa sehingga mampu  menembus pasar Internasional.

Hal ini akan berimplikasi langsung pada kondisi masyarakat yang tida[k produktif menjadi masyarakat yang mapan secara ekonomi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up