Home / NEWS / Wakil Ketua PN Medan Bakal Pimpin Sidang Suap Bupati OK Arya

Wakil Ketua PN Medan Bakal Pimpin Sidang Suap Bupati OK Arya


Humas PN Medan, Jamalauddin. [foto. edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo akan memimpin sidang suap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Wahyu akan dibantu oleh dua hakim anggota yakni, Sontan Marauke Sinaga dan Merry Purba.

Ini disampaikan Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

“Benar, sudah kita tetapkan (majelis hakim). Dipimpin pak Waka PN dan pak Sontan dan Bu Merry,” sebut Jamaluddin.

BERITA TERKAIT

Selain itu kata Jamaluddin, Pengadilan Negeri Medan sudah menetapkan jadwal persidangan OK Arya pada Senin (5/2/2018) mendatang. Dia akan diadili bersama dua tersangka lainnya.

“Pada tanggal 5 Fe‎buari 2018, juga digelar sidang atas nama Helman Herdadi‎ dan Sujendi Tarsono alias Ayen,” ucap juru bicara PN Medan itu.

Baca Juga:  Lantamal I Belawan Gagalkan Penyeludupan 1 Ton Tringgiling

Agenda persidangan itu sendiri kata Jamaluddin masih pembacaan dakwaan dari penuntut umum KPK.

Berkas perkara ‎3 tersangka sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik KPK ke PN Medan, Rabu (24/1) pekan lalu. Kini, ketiganya sudah dipindahkan dari Rutan KPK di Jakarta ke Rutan Kelas IA Tanjunggusta Medan.

Dalam kasus ini, OK Arya Zulkarnain menerima suap sebesar Rp 4,1 miliar dari dua pengusaha kontraktor, yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Dengan perincian, Maringan Situmorang memberikan suap sebesar Rp 3,7 miliar dan Syaiful Azhar‎ sebesar Rp 400 juta.

Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar‎ sebesar Rp 400 juta tengah menjalani proses persidangan. Kedua terdakwa tersebut, dituntut penuntut umum KPK dengan hukuman masing-masing selama 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta, subsider 6 bulan kurungan penjara.

Baca Juga:  Hanura Pecat Oesman Sapta Odang karena Sejumlah Alasan Ini

‎Hasil penyidikan KPK dalam suap ini, menjelaskan bahwa dalam suap ini, para tersangka dan terdakwa memiliki peran masing dalam kasus ini. Untuk OK Arya Zulkarnain sebagai penerima dan menikmati hasil suap tersebut. Untuk Ayen sebagai pengendali proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara dan pengumpul uang suap dari sejumlah pengusaha atau kontraktor.

Sedangkan, ‎Helman Herdady juga berperan sebagai penerima uang suap dari kontraktor yang memenangkan tender atau proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

Diketahui, kedua terdakwa bersama Bupati Batubara non-aktif, OK Arya Zulkanarnain bersama Sujendi Tarsono alias Ahien dan Kadis PUPR Helman Herdadi, ditangkap KPK dalam operasi Tangkap Tangan ( OTT ) pada 13 September 2017. Mereka diamankan disejumlah tempat di Medan dan Kabupaten Batubara.[ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up