Warga Tuding Proyek IPAL di Binjai Utara Diduga Dikerjakan Asal Jadi

69
IPAL ASAL JADI. Seorang warga memperlihatkan lokasi bekas ledakan IPAL Cengkeh Turi Binjai Utara. (op)

EDISIMEDAN.com, BINJAI: Warga di kawasan Jalan Cangkul, Lingk II, Kec. Binjai Utara, Kota Binjai, menilai pengerjaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di kawasan tersebut dilakukan asal jadi. Pasalnya warga trauma usai insiden meledaknya instalasi itu.

Bahkan warga meminta agar bangunan IPAL dibongkar saja karena tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali.

“ Meski sudah diperbaiki, memang sebagian warga disini ada yang minta supaya dibongkar saja karena alasan trauma, “ kata Kepling II, Suprapto saat ditemui awak media, Selasa (10/07) sore.

Menurut Suprapto, awal mulanya rencana pembangunan IPAL memang sudah mendapat penolakan dari warga setempat. Namun setelah beberapa kali diyakinkan dengan mengadakan pertemuan, akhirnya warga pun setuju.

“ Kalau programnya sih bagus karena sangat membantu warga disini yang tidak memiliki sepsiteng. Tapi kalau sudah meledak seperti ini, saya sendiri pun down, melihat anak dari warga saya yang jadi korbannya. Karena pas meledak saya lihat sendiri wajahnya itu ya ampun, putih seperti mengelupas, “ katanya.

Disinggung tentang adanya dugaan sabotase, Suprapto justru membantahnya. Namun dirinya tidak membantah kalau memang ada dua pipa cerobong udara yang baru dipasang rusak oleh tangan jahil seseorang. “ Setelah peristiwa ledakan itu, memang ada ditambah tiga pipa cerobong udara lagi, tapi sekarang tinggal satu karena yang dua sudah dirusak, “ ucapnya.

Pantauan wartawan di lokasi, bangunan IPAL yang semula lantainya hancur akibat ledakan kini sudah diperbaiki. Namun disana terlihat beberapa kejanggalan. Dimana, banyak terjadi perubahan struktur bagunan lama dan yang baru.

Sebelumnya, bangunan IPAL hanya memiliki satu pipa cerobong udara berukuran kecil berbentuk lurus ke atas. Barulah setelah kejadian, petugas langsung menambahkan pipa cerobong berukuran maksimal dengan bentuk letter T. Kemudian, lantainya separoh sudah ditambah tikar cor-coran lagi, sehingga nampak lebih tinggi.

Menurut sumber yang namanya minta dirahasiakan, untuk penggunaan sistem IPAL di kawasan pemukiman penduduk berbeda dengan alat IPAL di rumah sakit atau perusahaan. Sebab, sistem alat IPAL di pemukiman penduduk harus sesuai spesifikasi yang benar. Merk alat yang dipakai juga berpengaruh untuk mengetahui kapasitas berapa kubik air yang tertampung per jamnya atau setiap harinya sesuai dengan kemampuannya.

Insiden meledaknya IPAL juga mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah. Sekdako Binjai, Mahfullah Daulay SSTP menyebut, pihaknya sudah menerima hasil investigasi dari Satgas Dinas PU Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dalam laporan hasil investigasi tersebut, kata Sekda, ada sejumlah uraian penyebab daripada meledaknya IPAL Cair yang nyaris menewaskan seorang bocah 5 tahun.

“‎Kalau saya lihat kesimpulannya, itu karena yang pertama ditutupnya daripada cerobong untuk keluarnya gas. Tapi yang perlu digaris bawahi, ditutupnya itu bukan seolah-olah sabotase. Kalau yang menyatakan sabotase itu atau tidak, (adalah) penyidik,” ujarnya.

Masih dalam laporan investigasi itu, bilang Sekda, Satgas Dinas PU Pemprovsu dan Pemko Binjai saat ini tengah melakukan peningkatan pengawasan terhadap aset tersebut. Menurutnya, jika ditutup cerobong IPAL tersebut dapat menimbulkan ledakan.

Sekda seolah menyesalkan adanya oknum pejabat ASN yang menyatakan hal tersebut adalah sabotase. “Kalimat sabotase itukan berbeda. Jadi perlu digaris bawahi, tidak ada kesimpulan itu menyatakan sabotase. Kalau sabotase itu kelompok dan bisa dibuktikan,” sambung Sekda.

Karenanya, dia berharap, agar soal sabotase tersebut tidak ada lagi diumbar oleh pejabat. Saat ini, Sekda bilang, pihaknya tengah meningkatkan pengawasan kedepannya bagaimana terhadap IPAL cair tersebut. (op)

Apa Tanggapan Anda?