Warkop Solah Tempat Ngopi Warga di Rantauprapat

116
Warkop Solah, demikian para konsumen menyebutnya. Label itu, penggalan nama pemiliknya, Solahuddin (49). Warkop Solah telah hadir sejak 26 tahun lalu. Saat itu Solahuddin masih duduk di dunia pendidikan formal di salahsatu SMA di Rantauprapat.

EDISIMEDAN.com, RANTAUPRAPAT- Sedikitnya delapan warung kopi (Warkop) berjejer di kawasan jalan Patimura Rantaurapat. Satu diantaranya Warkop Solah. Eksistensinya hadir dalam 24 jam perhari menyediakan fasilitas nongkrong bagi penduduk Labuhanbatu dan warga Rantauprapat pada khususnya.

Kawasan jalan Patimura Rantauprapat sejak dulu merupakan lokasi berdirinya warung-warung. Sebab, kawasan tersebut berdempet dengan Komplek Pasar Lama Rantauprapat.

Alhasil, aktivitas bisnis warga dominan tinggi di sana. Sebab, arus perdagangan dari komplek Pasar Lama mempengaruhinya. Khususnya bagi warga dari pedesaan yang sedang berbelanja kebutuhan rumah tangga. Terlebih lagi ketika dulu, masih aktifnya dostributor Naga Mas sebagai penyuplai pelbagai kebutuhan warga Rantauprapat.

Warkop Solah, demikian para konsumen menyebutnya. Label itu, penggalan nama pemiliknya, Solahuddin (49).

Warkop Solah telah hadir sejak 26 tahun lalu. Saat itu Solahuddin masih duduk di dunia pendidikan formal di salahsatu SMA di Rantauprapat.

“Ketika itu masih kelas dua di tahun 1992 lalu,” bebernya, Kamis (19/4/2018).

Dulu, catatan wartawan jalan Patimura masih bernama jalan Manggaraja Lela Setia Muda. Saat itu, sejumlah angkutan desa (Angdes) dan becak dayung pun becak bermotor (betor) mangkal di sana.

Alhasil, kondisi jalan itu padat aktiviyas warga yang berbelanja. “Dulu konsumen adalah orang-orang desa yang berbelanja ke Pasar Lama,” kata Solah.

Dan, warkop-nya salahsatu tempat para warga yang butuh minuman untuk melepas dahaga. Di sana, tersedia sejumlah minuman dan panganan kue basah. Diantaranya, kopi hitam, kopi susu, teh susu dan minuman hangat ataupun dingin lainnya.

Saat ini, meski kondisi perdagangan di Pasar Lama Rantaurapat cenderung semakin sepi. Tapi, justru sebaliknya untuk pendapatan Warkop Solah. Konsumennya semakin beragam. Dari pelbagai kalangan. Meskipun masih banyak dari kalangan penarik betor, namun para karyawan perkantoran juga kian kerap ngopi di sana.

“Pelanggan kita dari banyak kalangan,” paparnya.

Bahkan, tutur Solah dalam setahun terakhir warkop miliknya buka 24 jam. Itu untuk memenuhi permintaan para pelanggan. Serta, memanjakan konsumen setianya, Warkop Solah juga dilengkapi wifi gratis.

“Agar konsumen betah, kita sediakan jaringan wifi internet gratis,” tandasnya.

Sementara, salahseorang konsumennya, Dui (72) warga gang Aman Rantauprapat mengaku kerap singgah di Warkop Solah. Bahkan, dia bersama teman-temannya lebih sering datang seusai solat Subuh.

“Kita sering ke mari setelah selesai solat Subuh. Untuk mencari sarapan,” katanya.

Dui paling suka memesan minuman jenis teh susu di tempat itu. Karena menurut dia citarasa minuman di sana tidak kalah kualitas dibanding lokasi tempat ngopi yang berkelas.

“Warkop ini jadi tempat saling silaturahmi dengan sesama rekan. Dan juga saling berbagi kabar,” tandasnya. [jul]

Apa Tanggapan Anda?