Wow, Ternyata KPK Juga Bidik Soal Interpelasi Jilid III dan Pansus PAD DPRD Sumut

45
Sutrisno Pangaribuan, anggota DPRD Sumut yang juga turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujonugroho, Senin (16/4/2018) di Mako Brimob Polda Sumut.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata juga tengah membidik soal dugaan interpelasi jilid III dan dugaan suap Pansus PAD DPRD Sumatera Utara periode 2014-2019.

Ini terungkap saat wartawan mewawancarai Sutrisno Pangaribuan, anggota DPRD Sumut yang juga turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujonugroho, Senin (16/4/2018) di Mako Brimob Polda Sumut.

Kepada wartawan usai diperiksa, anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku dicecar soal Interpelasi Jilid III dan juga mengenai dugaan suap dalam Pansus PAD.

“Dipanggil sebagai saksi atas 38 tersangka, khususnya 10 orang teman kita di DPRD Sumut. Di surat panggilannya pun disebut sebagai saksi,” ucapnya kepada wartawan usai diperiksa.

Sutrisno menjelaskan dia merupakan salah seorang penggagas interpelasi kepada mantan Gubsu Gatot Pujonugroho jilid III, selain itu dirinya juga pada saat itu merupakan bagian dari anggota Pansus PAd.

“Sepanjang catatan mereka, ada penerimaan bukan hak disarankan untuk dikembalikan. Nah khususnya Pansus PAD, ada penerimaan sudah kita nyatakan sebelumnya ada penerimaan yang bukan hak kita dan sudah kita kembalikan kepada pemberinya,” terang mantan aktivis mahasiswa itu.

Sutrisno menjelaskan penerimaan itu terjadi usai rapat yang digelar Pansus PAD DPRD Sumut pada Mei 2016 di Parapat, Simalungun. Usai rapat itu kata Sutrisno, stafnya menyerahkan sejumlah uang transport.

BERITA TERKAIT

22 Eks dan Anggota DPRD Sumut Hari Ini Diperiksa KPK di Mako Brimob Polda Sumut

“Itu waktu sudah di kantor, staf saya memberikan uang besarannya 10 juta rupiah. Karena itu bukan hak kita yah kita kembalikan pada yang memberikan 2 atau 3 hari kemudian,” ucapnya.

Sedangkan masalah interpelasi jilid III, Sutrisno mengaku dicecar soal dugaan menerima uang. Dugaan ini terjadi lantaran interpelasi itu gagal digulirkan sehingga ada dugaan uang mengalir kepada dirinya.

“Kalau interpelasi saya dianggap menerima karena distributor uang itu menyebutkan nama saya. Makanya saya bilang saya tidak bisa mengakui yang saya tidak perbuat. Saya berani dihadapkan dengan orang yang menyebut nama saya itu,” terangnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan untuk hari ini ada 22 oran anggota DPRD Sumut yang diperiksa untuk 38 tersangka baru dalam kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujonugroho. Salah seorang diantaranya adalah istri Gubsu T Erry Nuradi, Evi Diana Sitorus yang merupakan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. [ska]

Apa Tanggapan Anda?