Home / PROFIL / Yayah Muslihah, Raih Ratusan Juta dari Bulu Mata

Yayah Muslihah, Raih Ratusan Juta dari Bulu Mata


Yayah Muslihah hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Pada tahun 2012, beliau mencoba mencari tambahan penghasilan untuk menjadi pengrajin bulu mata palsu dari pengepul biasa ke perusahaan pengrajin bulu mata yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Disamping itu Yayah mempunyai tanggungan untuk mengobati penyakit kelainan mata yang di alami anak pertamanya. Harus rutin dibawa berobat ke Rumah Sakit Spesialis Mata Cicendo di kota Bandung.

Sehingga ia pun berusaha untuk mencari kerja sambilan untuk mendapatkan uang tambahan. Tak lama berselang (kurang lebih 3 bulan berjalan), berkat keseriusan Yayah serta keuletannya di saat menjadi pengepul pengrajin bulu mata tersebut, Pimpinan dari PT Interwork Indonesia menawarkan Yayah Muslihah untuk bekerja sama. Kedua pihak menjadi mitra dalam mengerjakan bulu mata dari awal proses pengerjaan hingga finishing.

Tawaran tersebut tidak disia-siakan Yayah sehingga terbesit dalam hatinya untuk menciptakan lapangan kerja dan membantu perekonomian di daerah tempatnya tinggal, yaitu Desa Kedung Wuluh, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Saat ini perusahaan pengrajin bulu mata palsu miliknya ini yang telah diberi nama “Yayah Eyeleases” dan mempunyai enam orang karyawan tetap yang bekerja di rumahnya. Empat tenaga lepasan pengepul dengan setiap pengepul terdiri kurang lebih 20 orang yang beranggotanya kebanyakan ibu tangga dan memperdayakan janda-janda di berbagai titik lokasi di desa.

Adapun untuk memasarkan produksinya itu Yayah Muslihah selama ini tidak pernah mengalami hambatan karena pihak perusahan telah mengeluarkan pesanan melalui PO (Purchase Order). Tiga tahun berselang, omset perusahaan yang telah dirintis Yayah terus merambat naik. Dengan target produksi 1000/pcs per hari, sehingga mendapatkan omset pertahun mencapai Rp180 juta.

Dengan berbagai cara Yayah lakukan agar seluruh karyawan-karyawannya berikut para pengepul yang bekerjasama dengannya ikut sejahtera.

Kedepan Yayah bercita-cita usahanya itu tidak hanya mensub atau sekedar menjadi mitra perusahaan saja. Tetapi berkeinginan menjadi sebuah perusahan sendiri di Kabupaten Purbalingga, dengan otomatis akan menyerap tenaga-tenaga kerja di wilayahnya itu.

Atas usaha yang ditekuni tersebut, Yayah Muslihah masuk dalam 5 peraih Danamon Social Entrepreneur Awards (DSEA) 2015, yaitu para individu yang membangun wirausaha berkelanjutan untuk mengatasi masalah sosial di lingkungannya. [Baca Juga: Ini Dia Lima Peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2015] [ded]

Baca Juga:  Sambut Lebaran, Danamon Siapkan Dana Tunai Rp 2 Triliun
Terkait


Berita Terbaru