Home / BINJAI / SUMUT / ZP Terancam Dipecat, Video Bedurasi 41 Detik Dipertontonkan Di DPD Golkar Sumut

ZP Terancam Dipecat, Video Bedurasi 41 Detik Dipertontonkan Di DPD Golkar Sumut


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Apabila terbukti melanggar syarat PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela) maka keanggotaan Zainuddin Purba sebagai kader di Partai Golkar terancam dipecat.

Hal ini disampaikan Kepala Sekretariat Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Hendriadi SH didampingi Wakil Ketua II Bidang Media DPD Golkar Sumut Gunarto Aziz , Senin,(19/4) siang di Kantor DPD Golkar Sumut  menjawab pertanyaan pengunjuk rasa yang mempersoalkan dugaan beredarnya video berdurasi 41 detik berbau asusila diduga Zainuddin Purba sedang memangku wanita bukan istrinya.

Koordinator aksi, Yudhi William Pranata memang sebelumnya sempat ngotot meminta penjelasan dari pengurus Partai Golkar Sumut terkait sanksi apa yang diberikan kepada Zainuddin Purba apabila terbukti bahwa pria di dalam video tersebut memang dirinya.

“Lalu sanksi apa yang diberikan terhadap kader Golkar yang terbukti melakukan tindakan asusila,” tanya Yudhi.

Baca Juga:  Golkar Medan Kembali Bantu 5 Ton Besar Kepada 1000 Warga

Dan dijawab oleh Hendriadi SH yaitu proses pemecatan.

“Jika terbukti memang bisa terancam dipecat. Karena PDLT itu sendiri salah satunya mengatur tentang tidak tercela,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yudhi William Pranata juga menunjukkan bukti kebenaran adanya video berdurasi 41 detik berbau asusila yang diduga melibatkan pria mirip Zainuddin Purba. Pengurus Partai Golkar Sumut dan sejumlah wartawan yang melihat isi video tersebut sampai geleng-geleng kepala seakan tak percaya.

Sementara itu, beberapa orang yang mengaku sebagai korban penipuan Zainuddin Purba juga turut hadir menyampaikan nasib yang mereka alami kepada pengurus Partai Golkar Sumut.

Arfan Nasution salah satunya. Dia mengaku harus menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat diiming-imingi proyek oleh Zainuddin Purba. Namun nyatanya proyek yang dijanjikan sampai sekarang tak pernah didapat.

Baca Juga:  Juliadi Galau, Dua Surat Amir Bermasalah Tidak Bisa Di Proses

“Tahun 2017 ada dua kali saya serahkan uang ke beliau karena dijanjikan proyek. Sekali ada Rp 60 juta dan yang kedua Rp150 juta, tapi sampai sekarang proyek yang dijanjikan tak pernah ada,” ujarnya.

Tak sampai di situ, Arfan juga mengaku pernah menyerahkan uang senilai Rp 55 juta di tahun 2018. Modusnya juga sama yakni iming-iming proyek pemerintah.

“Sudah proyek tak ada, sampai sekarang uangnya belum juga dikembalikan,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Linda Casanova. Wanita itu mengaku pernah menyerahkan uang senilai Rp 250 juta kepada Cecep selaku anggota Zainuddin Purba dengan iming-iming proyek.

“Masalah ini sudah saya laporkan ke polisi. Dan Cecep ( red menghilang) sudah menjadi tersangka dalam kasus ini,” ujarnya.

Kata Linda, dari keterangan Cecep uang tersebut telah mengalir ke Zainuddin Purba. Tapi karena adanya komitmen dari beliau untuk mengembalikan uang tersebut, maka keduanya pun memilih untuk berdamai.

Baca Juga:  KNPI Sumut Ungkap 7 Alasan Memilih Bobby Nasution, Begini Penjelasannya

“Tapi setelah berdamai apa yang terjadi, janjinya mau balikin uang, tidak ada sama sekali sampai hari ini,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bid Opini dan Media, Gunarto Aziz berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi pengunjuk rasa kepada pimpinan.

“Kalau memang terbukti, tentu saja ini akan menjadi preseden buruk bagi partai. Maka tentu saja akan kami sampaikan laporan ini ke ketua,” ujarnya.

Terkait hal ini elemen masyarakat Binjai meminta kepada Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajeksah tau Ijeck segera proaktif sehingga kasus ini cepat tuntas dan tidak berlarut-larut yang notabene berdampak buruk bagi partai Golkar.  [op]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up